Bab 19: Roh Bela Diri Phoenix Es
Menghabiskan waktu hampir sepanjang hari, Ye Chen akhirnya berhasil keluar dari Pegunungan Yunduan.
"Sudah dua puluh hari lebih aku pergi tanpa pamit, jangan-jangan keluarga Lin mengira aku melarikan diri," gumam Ye Chen pada dirinya sendiri.
Memasuki Kota Anyang, Ye Chen langsung kembali ke kediaman keluarga Lin.
"Dari mana saja kau?" seru Lin Fei dengan wajah masam saat melihat Ye Chen kembali.
Keluarga mereka baru saja menghabiskan begitu banyak sumber daya untuk membantu Ye Chen membangkitkan jiwa bela dirinya, bahkan sampai harus berselisih dengan tetua keluarga sendiri. Namun, pada malam harinya, Ye Chen menghilang begitu saja tanpa sepatah kata pun.
Kepergiannya yang mencapai dua puluh hari lebih membuat mereka mengira Ye Chen benar-benar kabur dan tidak akan kembali. Mereka merasa janji Ye Chen untuk menyembuhkan penyakit kronis Lin Long hanyalah bualan belaka.
"Aku pergi mencari obat untuk menyembuhkan penyakit kakakmu!" ucap Ye Chen dengan tenang.
"Obat penyembuh?" Ekspresi Lin Fei sedikit berubah. Namun, dia masih sulit memercayai perkataan Ye Chen.
"Siapa yang kembali?" Suara Lin Yuankai terdengar saat ia berjalan keluar dari aula utama, diikuti oleh Lin Long di sisinya.
"Paman Lin. Lin Long," sapa Ye Chen.
"Kau masih ingat jalan pulang!" Wajah Lin Yuankai langsung memerah padam saat melihat Ye Chen.
Sebaliknya, Lin Long tampak terkejut sekaligus lega. Ia menarik lengan ayahnya dan berkata, "Sudah kukatakan, aku percaya pada Ye Chen. Dia pasti akan kembali. Lihat, dia benar-benar kembali."
Meski sempat ragu, Lin Long tidak merasa Ye Chen adalah tipe orang yang akan melarikan diri begitu saja.
"Sudah hampir sebulan! Pergi tanpa kabar, kau anggap apa keluarga Lin ini?" bentak Lin Yuankai dengan geram.
"Paman Lin, aku pergi ke Pegunungan Yunduan untuk mencari obat bagi Lin Long. Lihat ini." Ye Chen mengeluarkan beberapa jenis tanaman obat yang ia kumpulkan di dalam gua tadi.
"Ini... Jamur Zijin berusia seratus tahun? Dari mana kau mendapatkannya?" Wajah Lin Yuankai yang tadinya penuh amarah seketika berubah drastis.
Kualitas jamur tersebut, baik dari aura yang dipancarkannya maupun cahaya redup di permukaannya, membuktikan bahwa itu adalah barang langka yang bernilai tinggi.
Ye Chen tersenyum kecil dan melanjutkan, "Masih ada beberapa tanaman obat lain yang dibutuhkan untuk mengobati Lin Long. Karena di rumah tidak ada, aku terpaksa mencarinya di Pegunungan Yunduan, dan syukurlah aku berhasil menemukannya."
Tanaman-tanaman obat ini memang berharga, namun bagi Ye Chen, manfaatnya sudah tidak terlalu besar; cairan sari bumi yang telah ia serap sudah cukup untuk ia cerna dalam waktu yang lama.
"Ada juga buah Awan Merah ini!" Ye Chen mengeluarkan beberapa tanaman obat lainnya yang rata-rata berusia lebih dari seratus tahun.
Jika dinilai dengan batu roh, harga tanaman-tanaman ini jauh melampaui sumber daya yang telah dikonsumsi keluarga Lin untuk membangkitkan jiwa bela diri Ye Chen.
"Kau..." Melihat hal itu, wajah Lin Yuankai sedikit memerah karena malu.
Ia sadar telah salah sangka terhadap Ye Chen. Menantu yang datang ke rumahnya ini tidak hanya tidak melarikan diri, tetapi benar-benar mempertaruhkan nyawa mencari obat ke pegunungan. Melihat kualitas tanaman tersebut, ia tahu betapa sulitnya perjalanan yang dilalui Ye Chen.
Harus diingat bahwa Ye Chen baru saja membangkitkan jiwa bela dirinya dan kekuatannya masih sangat rendah. Memasuki Pegunungan Yunduan dalam kondisi seperti itu sama saja dengan mencari mati.
Ye Chen tidak hanya berani melakukan hal berbahaya itu, tetapi setelah mendapatkan obatnya, ia juga kembali ke sini. Hal ini membuat Lin Yuankai merasa sangat malu.
"Maafkan aku, Paman telah salah menilaimu," ucap Lin Yuankai dengan tulus.
"Tidak apa-apa, aku memang pergi terlalu terburu-buru," jawab Ye Chen sambil tersenyum. Lin Fei yang berada di sampingnya pun merasa malu dan meminta maaf atas kata-kata kasarnya tadi.
"Ye Chen, tanaman obat ini terlalu berharga, aku..." Lin Long tampak bimbang.
"Yang terpenting adalah menyembuhkan penyakitmu," potong Ye Chen. "Kebetulan, aku ingin memeriksa kondisimu lebih teliti untuk memikirkan cara menyembuhkan penyakit kronismu secara tuntas."
"Baiklah," jawab Lin Long.
Melihat hal itu, Lin Yuankai dan Lin Fei tidak lagi mengganggu dan membiarkan Ye Chen fokus mengobati Lin Long.
Di kamar Lin Long, Ye Chen berkata dengan sedikit canggung, "Itu... Nona Lin Long, bisakah Anda melepas pakaian Anda?"
"Apa?" Ekspresi Lin Long berubah. "Mengapa harus melepas pakaian?" Wajahnya memerah padam, ia berpikir jangan-jangan pemuda ini hanya menggunakan alasan pengobatan untuk berbuat tidak senonoh.
"Aku perlu memeriksa bagian perutmu dengan teliti," jelas Ye Chen cepat. "Tenang saja, ini benar-benar untuk pengobatan."
"Baik... baiklah." Lin Long menggigit bibirnya, telinganya memerah.
Sebelumnya, kakinya sudah pernah disentuh oleh Ye Chen, dan sekarang harus memperlihatkan perutnya, hal ini benar-benar membuatnya sulit menerima keadaan. Namun, demi kesembuhan, ia tidak punya pilihan lain.
Lin Long perlahan melepaskan pakaian luarnya hingga hanya menyisakan kemben sutra. "Sudah cukup begini?" tanyanya dengan wajah yang sangat merah.
"Tolong singkapkan sedikit kembenmu," pinta Ye Chen.
Lin Long menggigit bibir, lalu menuruti permintaan itu, memperlihatkan perutnya yang rata dan mulus. Saat melihat kulit putih bersih Lin Long, Ye Chen menarik napas dalam-dalam untuk menepis pikiran-pikiran yang mengganggu, lalu menempelkan tangan kanannya ke perut gadis itu.
Lin Long menahan napas karena terkejut, namun ia tetap bertahan meski merasa tidak nyaman. Ye Chen menyalurkan energi spiritual dari dalam tubuhnya ke perut Lin Long untuk memeriksa kondisinya. Seiring dengan gerakan tangan Ye Chen yang memutar perlahan, wajah Lin Long memerah seolah bisa mengeluarkan air.
"Hmm?" Tiba-tiba, ekspresi Ye Chen berubah drastis saat merasakan hawa dingin yang ekstrem merambat ke tangannya.
Ia segera mengerahkan energi spiritual untuk menahan hawa dingin tersebut, namun ia terkejut karena hawa itu sangat dominan hingga energi spiritualnya tidak mampu membendungnya. Hanya dalam sekejap, Ye Chen merasa seperti jatuh ke dalam lubang es; seluruh tubuhnya tertutup lapisan embun beku dan hampir membeku.
*Wung!*
Tepat pada saat itu, tubuh Ye Chen memancarkan cahaya biru kehijauan; jiwa bela diri Naga Hijau secara otomatis muncul untuk melindunginya.
Sesaat kemudian, hawa dingin yang menyelimuti Ye Chen seolah merasa takut dan segera memudar.
*Hah...* Ye Chen mengembuskan napas dingin dan menarik tangannya.
Lin Long saat itu sudah terkulai lemas; saat hawa dingin tadi menyerang, ia sudah kehilangan kesadarannya. Melihat itu, Ye Chen segera membaringkannya ke tempat tidur.
Menatap Lin Long yang pingsan, Ye Chen mengernyitkan dahi. "Jiwa bela diri berelemen es, sangat kuat. Dari rasa tadi, setidaknya tingkat sembilan!"
"Mungkinkah ini Burung Phoenix Es?" gumam Ye Chen.
Jiwa bela diri Lin Long sangat kuat. Jika berhasil dibangkitkan, hal itu pasti akan menggemparkan seluruh Kerajaan Daqian. Namun, masalahnya adalah fisik Lin Long terlalu lemah untuk menanggung jiwa bela diri setingkat Phoenix Es. Kelumpuhan yang ia alami selama ini disebabkan oleh jiwa bela diri tersebut.
Kini, untuk membantu Lin Long membangkitkan jiwa bela diri Phoenix Es, Ye Chen harus memulihkan kondisi fisik gadis itu terlebih dahulu dan menunggu saat yang tepat untuk membantu langkah terakhir kebangkitannya.
"Beruntung kau bertemu denganku," ucap Ye Chen sambil menatap Lin Long yang terbaring di tempat tidur.