Bab 6: Terbukti
Selama bertahun-tahun, Pak Xu telah menyelamatkan tak terhitung banyaknya orang dengan Teknik Tujuh Jarum Dewa.
Beliau sendiri pun telah mempraktikkannya berkali-kali.
Namun, belum pernah sekalipun terjadi situasi seperti ini.
Memar?
Sama sekali tidak mungkin!
Dengan tujuh jarum yang ditusukkan, hampir semua penyakit dapat disembuhkan.
Ini adalah kali pertama Pak Xu menemui kasus seperti ini.
Wajah Ling Yan'er tiba-tiba diselimuti kekhawatiran, "Tabib Sakti Xu, a... apa yang sebenarnya terjadi?"
Pak Xu terdiam seribu bahasa.
Mungkin di dalam hatinya, beliau justru lebih ingin tahu daripada Ling Yan'er tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Mengapa Teknik Tujuh Jarum Dewa miliknya justru membuat pasien mengalami memar di sekujur tubuh?
Hanya dalam waktu setengah menit, tubuh Ling Wu'er sudah dipenuhi bercak-bercak memar yang menyambung satu sama lain.
Lengan yang tadinya halus dan indah kini berubah menjadi seperti terong beku, sungguh pemandangan yang tak sanggup dipandang mata.
"Ti... tidak apa-apa, ini... ini pasti reaksi yang wajar. Apakah kau masih meragukan keahlian medis Pak Xu?"
Zhou Haochen terbata-bata mencoba menenangkan.
Mengingat reputasi Pak Xu, hati Ling Yan'er yang tadinya gelisah sedikit merasa tenang.
Mungkin ini memang situasi yang normal.
Seseorang di samping ikut menimpali, "Nona Ling, tenanglah. Pak Xu didatangkan langsung oleh Tuan Muda Zhou, pasti tidak akan ada masalah."
"Benar, Nona Ling. Metabolisme tubuh setiap orang berbeda-beda, wajar jika ada reaksi saat ditusuk jarum. Istri saya dulu juga pernah alergi dan berbintik-bintik saat menjalani akupunktur, jadi Anda tidak perlu khawatir."
Mendengar ucapan orang-orang tersebut, perasaan Ling Yan'er menjadi jauh lebih baik.
Sementara itu, Pak Xu yang sedari tadi bungkam merasa lebih percaya diri setelah mendengar kata-kata mereka. Mungkin kondisi ini benar-benar disebabkan oleh metabolisme tubuh Nona Kedua Ling yang berbeda dari orang lain, sehingga beliau memutuskan untuk melanjutkan penusukan.
Beliau yakin, setelah tujuh jarum ditusukkan, Ling Wu'er setidaknya akan mengalami perbaikan kondisi, jika pun tidak langsung sembuh total.
Jarum kelima!
Ditusukkan.
Prak—
Bersamaan dengan jarum kelima yang menembus tubuh Ling Wu'er.
Pak Xu merasakan sensasi panas di wajahnya, seolah ada sesuatu yang terlontar keluar dari tubuh Ling Wu'er dan menciprat ke wajahnya.
Bukan hanya beliau yang terkena cipratan; Ling Yan'er dan Zhou Haochen yang berdiri paling dekat pun ikut terkena.
Ling Yan'er secara refleks menyentuh bagian yang terkena cipratan, lalu melihat tangannya.
Darah!
Itu adalah darah!
Saat menunduk melihat adiknya, ia mendapati lima lubang jarum di tubuh sang adik kini menyemburkan darah segar layaknya air mancur kecil!
"Uhuk... uhuk uhuk..."
Ling Wu'er yang tadinya tidak sadarkan diri mengeluarkan dua kali batuk, lalu seketika itu juga, "Wek!" seteguk darah segar menyembur keluar dari mulutnya, membasahi dagu, leher, hingga bantalnya...
Pemandangan itu sungguh mengerikan!
"Adik!"
Ling Yan'er merentangkan kedua tangannya ingin memeluk sang adik, namun ia tidak tahu harus berbuat apa dan tidak berani sembarangan menyentuh tubuh Ling Wu'er yang sedang menyemburkan darah. Ia hanya bisa menatap dengan hati yang tersayat, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya karena panik.
"Pak... Pak Xu, ada apa ini? Apakah ini reaksi yang wajar?"
"Ini... ini..." Saat ini, dahi Pak Xu sudah dibanjiri keringat dingin. Beliau merasakan tekanan yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Penyakit Nona Kedua Ling sepertinya tidak mempan dengan Teknik Tujuh Jarum Dewa, bahkan justru menimbulkan efek balik yang berbahaya.
Namun, beliau tidak berani mengatakannya!
Di saat yang sama, kulit Ling Wu'er yang tadinya berwarna kebiruan kini berubah menjadi kemerahan.
Seolah-olah seluruh pori-pori di tubuhnya sedang mengeluarkan darah.
Melihat pemandangan ini, ingatan Ling Yan'er tiba-tiba dipenuhi oleh kata-kata Zhao Tian sebelumnya.
"Empat jarum membiru, kaku bak es. Lima jarum memerah... kulit? Berangsur sama?"
Ia berbisik lirih, tiba-tiba memahami maksud dari perkataan Zhao Tian. Ia mencoba mengangkat lengan Ling Wu'er dengan hati-hati dan mendapati lengannya sudah sangat kaku.
Seolah-olah telah membeku!
Di sisi lain, Zhou Haochen sedang mendesak Pak Xu untuk menusukkan jarum keenam.
"Pak Xu, bukankah ini reaksi yang wajar? Setelah tujuh jarum semuanya akan membaik, bukan? Nona Kedua terlihat sangat kesakitan, cepatlah selesaikan jarum ketujuhnya."
Ling Yan'er bergumam pelan: "Enam jarum menjadi gila, mata kosong tak bernyawa; jarum ketujuh ditancapkan, malaikat maut datang menjemput, nyawa pun berakhir."
Ia tiba-tiba berteriak lantang untuk mencegahnya, "Tidak! Jangan diteruskan! Zhao Tian benar. Jika jarum ketujuh ditusukkan, adikku akan kehilangan nyawanya!"
Zhao Tian!
Ucapan Ling Yan'er membuat semua orang teringat pada sosok pria itu, sekaligus teringat pada "ocehan ngawur" Zhao Tian.
"Empat jarum membiru, kaku bak es. Lima jarum memerah, kulit berangsur sama. Enam jarum menjadi gila, mata kosong tak bernyawa... Jangan bilang, Yan'er, kau benar-benar percaya pada omong kosong orang itu?" Zhou Haochen sangat marah, namun ia tidak berani meluapkan emosinya kepada Ling Yan'er.
Ling Yan'er menunjuk kondisi Ling Wu'er yang tersiksa, "Setidaknya sampai saat ini, semua ucapan Zhao Tian terbukti benar."
Zhou Haochen berkata, "Ini... ini pasti kebetulan. Bagaimana mungkin seseorang yang bahkan tidak pernah belajar ilmu medis bisa mengerti teknik akupunktur Tiongkok? Yan'er, kau terlalu banyak berpikir! Jarum berikutnya dari Pak Xu pasti akan membuat kondisi Nona Kedua membaik. Teknik Tujuh Jarum Dewa tidak menyandang nama besar tanpa alasan! Benar begitu, Pak Xu?"
Mendengar pertanyaan Zhou Haochen, Pak Xu yang tidak ingin kehilangan muka hanya bisa mengangguk canggung, menyatakan bahwa semuanya baik-baik saja.
Sepanjang hidupnya, tidak ada pasien yang tidak bisa beliau sembuhkan. Gelar "Tabib Sakti" sudah melekat erat pada dirinya.
Beliau tidak ingin reputasinya sebagai tabib sakti hancur gara-gara Ling Wu'er.
"Tenang saja, Nona Ling. Jarum keenam saya ini pasti akan melenyapkan semua gejala yang dialami Nona Kedua!"
Seseorang di belakangnya ikut menenangkan, "Nona Ling, jangan masukkan perkataan si sampah itu ke dalam hati. Pak Xu tidak pernah gagal menyembuhkan pasien seumur hidupnya, untuk apa Anda masih merasa cemas terhadap beliau."
"Benar, Nona Ling. Anda hanya terlalu sensitif, semuanya akan baik-baik saja."
"..."
Ucapan orang-orang tersebut sedikit banyak melenyapkan kegelisahan Ling Yan'er. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, menggigit bibir bawahnya, dan menatap tajam jarum perak di tangan Pak Xu!
Setelah menarik napas dalam-dalam, Pak Xu memutuskan untuk terus menusukkan jarum keenam yang kini menjadi taruhan reputasinya.
Prak!
Jarum perak menancap di titik akupunktur.
Semua orang menahan napas, menatap tanpa berkedip demi melihat reaksi Ling Wu'er.
Tiba-tiba, warna merah muda di permukaan kulit Ling Wu'er memudar dengan cepat, dan memar-memar pun perlahan menghilang.
Wajah Ling Wu'er juga tampak membaik, seolah-olah ia tidak lagi merasa sesakit tadi.
Seakan semuanya mulai kembali normal.
"Ajaib! Luar biasa! Memang benar Tabib Sakti Xu! Yan'er, lihatlah, semua gejala Nona Kedua telah hilang," seru Zhou Haochen dengan gembira.
Ling Yan'er menghela napas lega, senyum yang sudah lama hilang akhirnya kembali merekah di wajahnya.
Pak Xu menyeka keringat di dahinya dengan perasaan lega.
Tampaknya, pemuda bernama Zhao Tian itu benar-benar hanya mengoceh, dirinya hampir saja termakan omong kosongnya.
Namun, tepat saat semua orang merasa senang atas kejadian ini, Ling Wu'er tiba-tiba membuka matanya.
Sepasang matanya sudah tidak memiliki warna lagi.
Yang tersisa hanyalah kegelapan yang pekat!
Seolah-olah ada dua lubang hitam yang dalam tanpa dasar!
"Aaaa—"
Bersamaan dengan pekikan melengking yang keluar dari mulut Ling Wu'er, semua orang terperanjat ketakutan.
Detik berikutnya, Ling Wu'er tiba-tiba bangkit dari posisi tidurnya dan tertawa lepas dengan wajah yang menyeramkan: "Hahahaha..."