Bab 064: Siapakah Kucing Keberuntungan?
Kedua orang itu menatap deskripsi dua buku keterampilan tersebut, lalu terdiam.
"Hebat sekali."
Setelah lama terdiam, baru akhirnya Xiao Feng mengucapkan sepatah kata.
"Ya..."
Si Kucing Beruntung benar-benar tidak tahu harus berkata apa.
Kedua keterampilan itu adalah yang terkuat untuk profesi mereka masing-masing, dengan waktu pemulihan hingga tujuh hari.
Efeknya sudah tidak perlu diragukan lagi, pada dasarnya bisa membunuh semua musuh di layar dalam sekejap!
"Sayangnya, kebutuhan mana-nya terlalu besar, sekarang belum bisa dipakai." Xiao Feng berkata dengan nada menyesal.
Kebutuhannya masih mending, 2000 mana masih bisa dikumpulkan dengan cepat.
Sementara milik Si Kucing Beruntung, 5000 mana bahkan level 100 pun belum tentu cukup.
"Pelajari saja dulu, cepat atau lambat pasti berguna." jawab Si Kucing Beruntung.
Kedua buku itu juga sudah terikat, kalau tidak dipelajari hanya akan memenuhi tas.
Mereka pun langsung mempelajari buku keterampilan itu di tempat, menambahkan kemampuan hebat tersebut ke dalam daftar keterampilan mereka.
"Urusan sudah selesai, tas sudah penuh, ayo kembali ke kota utama."
Xiao Feng menyadari bahwa tasnya sudah tidak muat lagi menampung barang-barang yang dijatuhkan oleh Deifiona.
Barang-barang yang ia dapatkan dari Abyss saja belum sempat disimpan, jadi setumpuk perlengkapan ini hanya bisa ia titipkan sementara di tas umum.
Namun Si Kucing Beruntung malah mengerutkan kening, "Apa kita sekarang bisa kembali ke kota utama?"
Mereka melihat sekeliling.
Sebagian besar Kota Batu Raksasa telah hancur, banyak NPC yang tewas.
Walaupun sebagian besar adalah ulah Deifiona, tapi sihir badai dan meteor milik Xiao Feng juga menyebabkan kerusakan di sekitar, entah apakah mereka akan jadi buronan atau tidak.
Keduanya agak ragu.
Kebetulan saat itu, para penduduk kota kecil yang tadi ketakutan mulai sadar kembali.
Beberapa prajurit kota yang terluka parah berlari ke arah Xiao Feng dan Si Kucing Beruntung, lalu dengan penuh syukur berkata, "Dua pahlawan, meski kami tak tahu apa yang terjadi barusan, tapi kami tetap berterima kasih karena kalian telah menyelamatkan kami!"
"Penyihir jahat itu telah dibunuh oleh kalian berdua, kami akan bersama-sama mengajukan surat kepada Tuan Wali Kota agar memberikan penghargaan kepada kalian!"
Mendengar itu, Xiao Feng pun gembira.
Sepertinya mereka tidak akan menjadi buronan!
Bahkan para prajurit yang tadinya sangat tidak ramah kini jadi jauh lebih bersahabat.
Ternyata berbuat baik memang ada balasannya!
"Ayo, kembali ke kota."
Setelah berbincang sebentar dengan NPC kota kecil, Xiao Feng dan Si Kucing Beruntung langsung menggunakan gulungan kembali ke kota dan langsung tiba di Kota Badai.
...
"Minggir, minggir, jangan menghalangi jalan!"
Para prajurit penjaga Kota Badai tetap saja sombong seperti biasa.
Xiao Feng sudah terbiasa dan tak menghiraukan mereka.
Mereka berdua langsung menuju kawasan pasar, berlari ke depan gudang, menyimpan semua barang berharga, sekalian mengeluarkan barang di tas umum dan membagikannya kepada Xiao Feng.
Perjalanan mereka ke Kota Batu Raksasa kali ini, meski belum berhasil melakukan perubahan kelas tahap dua, namun hasilnya tetap sangat memuaskan.
Level mereka berdua pun sudah menembus angka 80, tidak jauh lagi menuju perubahan kelas tahap tiga.
Setelah beres dengan tasnya, Si Kucing Beruntung berkata pada Xiao Feng, "Deifiona sudah mati, aku mau kembali ke Kota Bulan untuk perubahan kelas, nanti kalau ada kesempatan kita main bareng lagi!"
Xiao Feng mengangguk, "Silakan, nanti aku juga mungkin akan menemani temanku ke Kuil Bulan, tolong katakan hal baik tentang aku pada Uskup Agung kalian, siapa tahu aku bisa masuk dan membantuku buat perubahan kelas tahap dua."
Setelah beberapa jam bertarung bersama, sikapnya terhadap Si Kucing Beruntung sudah banyak berubah, tidak lagi merasa terganggu seperti sebelumnya.
Bagaimanapun juga, kalau bukan karena bantuan rekannya itu, ia pasti sulit mengalahkan begitu banyak bos kuat secara beruntun.
"Tentu saja, aku pamit dulu, sampai jumpa~"
Si Kucing Beruntung keluar dari kelompok, mengucapkan salam, dan pergi meninggalkan Kota Badai.
Xiao Feng membawa berbagai perlengkapan epik yang tidak ia dan teman sekamarnya perlukan ke rumah lelang.
Setiap perlengkapan ditentukan harga awalnya berdasarkan tingkatannya, lalu diserahkan ke sistem untuk dijualkan.
Adapun perlengkapan legendaris dan mitos, ia khawatir para pemain saat ini belum cukup kaya untuk membelinya, jadi tidak dijual agar tidak rugi biaya pendaftaran.
Barang-barang yang ia lelang sebelumnya sudah terjual, setelah dihitung, kini ia telah mengumpulkan 2,5 juta koin emas di tas!
"Sebanyak ini, aku sendiri juga tak tahu mau dipakai untuk apa, lebih baik dijual saja..."
Saat ini, pemain paling banyak menghabiskan koin emas untuk perlengkapan dan ramuan darah-mana.
Ia yang tidak perlu membeli ramuan apalagi perlengkapan, menyimpan beberapa puluh ribu koin saja sudah cukup, sisanya kalau dibiarkan menumpuk, kalau-kalau nanti harga turun, justru rugi besar.
"2,5 juta koin emas dan satu surat izin pembangunan markas, sepertinya bisa sekali lagi mendapatkan uang besar..."
Baru kurang dari 24 jam lalu ia menerima uang tunai, tak disangka kali ini bisa dapat banyak lagi!
"Dunia Para Dewa" memang seperti tempat memungut uang dengan karung!
Xiao Feng sangat gembira dalam hati.
"Saatnya hubungi Pak Li, setelah barang terjual bisa log out dan istirahat sebentar. Sudah lama main, perutku juga lapar..."
Sejak server dibuka hingga sekarang, sudah sekitar 36 jam berlalu, di dunia nyata sudah hampir 4 jam, sudah menjelang sore.
Nanti setelah log out, makan dulu, buang air, lalu waktu dalam game juga sudah masuk hari kedua.
Pertempuran pertahanan markas Dunia Para Dewa sepertinya akan dimulai sekitar waktu itu, pas sekali ia bisa online untuk membantu mereka bertahan!
"Pak Li..."
Xiao Feng membuka daftar teman, lalu menghubungi Li Li.
Begitu ia klik ikon Li Li, sekumpulan pesan suara langsung membuat telinganya berdengung!
"Gila! Xiao, kau benar-benar hebat, bos mitos level 200 pun kau bisa kalahkan!"
"Cepat ceritakan, dapat barang langka apa saja!"
"Kalau ada buat pendeta, harus disisakan untukku!!"
"Tunggu! Ada yang aneh, kau main bos bareng cewek? Tidak ajak kami!"
"Aduh, kawan macam apa ini!"
"Cepat bilang! Siapa Kucing Beruntung itu! Aku mau menantangnya satu lawan satu!"
"Katanya mau jomblo bareng, eh tahu-tahu diam-diam punya pacar, sungguh menyakitkan hati!"
"Halo, balas dong, masak sibuk menggoda cewek sampai lupa teman?"
Serangkaian pesan suara itu dikirim sejak ia membunuh Deifiona tadi, dan yang paling baru adalah satu menit lalu.
Xiao Feng jadi geli sendiri, buru-buru membalas, "Hanya teman satu tim biasa, kebetulan bertemu bos saat sedang menjalankan misi. Kalian lagi ngapain? Aku ada beberapa buku keterampilan dan perlengkapan, silakan ambil di gudang Kota Badai."
"Dasar! Akhirnya kau balas juga! Kota Badai, ya? Kami segera ke sana, suruh Kucing Beruntung jangan pergi dulu, aku dan Zhang mau bertemu adik ipar!" jawab Li Li dengan cepat.
"Adik ipar apanya, kalau nggak mau ya sudah, ngomong ngawur lagi, sepeser pun tak kuberikan!" Xiao Feng membalas dengan nada kesal.
"Maaf, maaf, Kakak Xiao Feng sabar sebentar, kami segera ke sana!" Begitu mendengar nada Xiao Feng tidak baik, Li Li langsung pasrah.
"Benar-benar tolol..."
Xiao Feng menggelengkan kepala.
Ia mengecek semua pesan di daftar teman, ternyata pesan yang masuk cukup banyak.
Selain Li Li dan Zhang Fan, dua teman sekamarnya, Zhan Tian dan Cao Caishen juga mengirim pesan.
Penyebabnya, Xiao Feng baru saja mengalahkan bos mitos level 200, mereka semua tahu bos seperti itu pasti menjatuhkan surat izin pembangunan markas, jadi mereka ingin bertanya apakah ia bersedia menjualnya.
Awalnya Xiao Feng ingin meminta Li Li mencari pembeli, tapi karena Cao Caishen lebih dulu menghubunginya, maka ia langsung membalas pesan bos besar itu.
"Pak Cao, maaf tadi sibuk jadi tidak sempat balas pesan." Xiao Feng mengawali percakapan.
Orang di sana segera membalas, "Saya maklum, saya maklum, setelah mengalahkan bos biasanya memang harus membagi hasil rampasan dulu."
"Ya, tadi Pak Cao bilang ingin membantu menjual surat izin pembangunan markas saya?" tanya Xiao Feng langsung ke inti.
Gao Qian, alias Cao Caishen, tertawa lepas, "Benar sekali, Kakak Xiao Feng pasti tahu, Persekutuan Harta Karun kami berencana bertahan lama di Dunia Para Dewa. Saat awal permainan seperti ini, demi meningkatkan pengaruh, kami harus mengumpulkan barang langka untuk dijual dan menaikkan popularitas. Semua orang tahu betapa berharganya surat izin pembangunan markas, milikmu ini sepertinya surat ketiga yang muncul di dalam game, nilainya sangat tinggi. Asal Kakak Xiao Feng menyerahkannya kepada kami untuk dilelang, kami tidak akan mengambil biaya sedikit pun."