Saat terbangun dari tidur, aku mendapati diriku telah melintasi waktu dan berada di tubuhku sendiri lima tahun ke depan. Pada saat ini, ternyata aku sudah menikah? Dan yang menjadi istriku adalah sang dewi yang diam-diam aku kagumi semasa kuliah? Ya ampun! Aku bahkan belum pernah benar-benar menjalin hubungan asmara! Bagaimana bisa tiba-tiba aku memiliki seorang istri? Apa? Gadis mungil ini adalah putri kecilku? Astaga! Aku sama sekali belum siap menjadi seorang ayah! Kenapa tiba-tiba aku langsung jadi ayah? Tunggu dulu! Istriku seorang bintang penyanyi? Lalu aku sendiri siapa? Hmm... rasanya naskah kehidupan ini agak janggal! …PS: Telah menyelesaikan dua novel hiburan berkualitas—jaminan mutu. Mohon koleksi dan rekomendasikan!
Tiba-tiba, sebuah kaki mungil berwarna merah muda menendang wajahnya, membuat Yu Zhile yang tengah tidur siang menggerutu tak sabar, “Apa-apaan ini!”
Ia refleks mengangkat tangan, seolah-olah dalam setengah sadar ada nyamuk berdengung di telinganya, lalu tanpa berpikir panjang, langsung menampar dirinya sendiri.
Plak!
Sensasi di tangan kenyal dan lembut...
Seolah-olah menampar tahu?
Segera setelah itu, terdengar tangisan nyaring yang melengking!
Suara tangis yang menusuk telinga itu membuat Yu Zhile terbangun seketika!
Ia tergagap bangkit, seluruh tubuhnya membeku dalam kebingungan!
Ini...
Anak siapa ini!
Mengapa tidur di ranjangku!
Ranjang?
Astaga!
Ini bukan ranjangku!
Mana ada kasur di asrama universitas selebar dan senyaman ini!
“Waaa... uu... uu…”
Tangisan bayi membuat Yu Zhile tak mampu menenangkan diri untuk mencerna keanehan yang tengah ia alami.
Ia duduk di atas ranjang, menatap bayi mungil yang baru saja ia tampar kakinya hingga menangis meraung-raung, kepalanya terasa penuh oleh gema suara tangis itu.
Bayi kecil itu menangis dengan sangat bersemangat, dari mulutnya yang terbuka lebar saat menangis terlihat dua gigi kecil berwarna putih telah tumbuh di bawah, pertanda usianya mungkin enam atau tujuh bulan.
Yu Zhile berusaha keras mengingat...
Yang kuingat terakhir, aku sedang begadang menulis lagu, lalu karena kelelahan, aku tertidur di ranjang.
Setela