Dia, Leng Manyan, seorang prajurit khusus papan atas abad kedua puluh satu, mahir tiada dua dalam ilmu pengobatan, memesona tiada tara! Dia, Leng Manyan, putri ketiga dari Kediaman Guru Negara, berwajah buruk rupa, terkenal angkuh dan congkak, dianggap sampah tanpa guna! Dalam satu malam ajal menjemputnya, jiwanya menyeberang ke benua asing di dunia lain, jiwa yang tertukar—dalam pusaran intrik istana, badai darah dan angin, misteri asal-usul, perebutan peta harta karun, setiap langkah yang ia tempuh penuh ketegangan dan bahaya! Dengan sepasang jarum perak di tangan, sebilah pisau bedah, binatang suci kuno, kekuatan tempur tertinggi, serta keahlian medis tiada tanding. Saksikanlah kelahiran kembali dirinya, bagaimana ia, di benua yang dipenuhi kekuatan perang ini, melangkah demi langkah memukau dunia, menertawakan segala badai dan angkara!
Langit yang kelam dihiasi beberapa bintang redup, bumi terselubung selendang tipis berwarna hitam. Di pegunungan sunyi dan padang belantara yang tak berpenghuni, hanya sesekali terdengar lolongan rendah serigala, diselingi suara-suara aneh yang berdesis lirih, membuat segalanya tampak begitu ganjil di bawah cahaya bulan yang temaram.
Di tepi sebuah aliran sungai kecil yang jernih, tergeletak seorang perempuan berbaju putih, tubuhnya setengah terendam dalam air dingin, sementara bagian atas tubuhnya terlentang di atas kerikil-kerikil tajam di tepi sungai. Gaun putih yang dikenakannya sudah koyak-moyak, dadanya berlumur noda-noda darah, wajahnya membiru, bibirnya tampak kebiruan, matanya terpejam rapat, seolah-olah sudah tak bernyawa lagi.
Wajah sebelah kiri perempuan itu begitu elok, alis tegas terangkat memancarkan pesona gagah yang langka pada seorang wanita. Meski matanya terpejam, mudah dibayangkan betapa menakjubkannya jika ia membukanya; bulu matanya lentik, terkulai lembut, hidung mancung dan bibir merah delima; setengah wajah itu sungguh jelita, seakan ciptaan sempurna dari surga, kecantikannya mampu membuat orang terhenti napasnya.
Namun—
Wajah sebelah kanannya sungguh mengerikan. Pipi sebelah kanan dihiasi tanda merah kehitaman yang timbul dan membengkak, membuat sisi kanan wajah itu tampak bengkak dan rusak, benar-benar bertolak belakang dengan sisi kirinya, bak siang dan malam, laksana bumi dan langit.
Tanda mengerikan itu mendominasi hampir seluruh pipi kanannya, menambah kesan menyeramkan; bila kedua sisi wajah itu dipandang ber