Apakah yang terpenting dalam sebuah permainan? Keterampilan? Profesi? Tingkatan? Ataukah perlengkapan? Seorang yang menyeberang ke dunia lain dalam sebuah permainan, dianugerahi atribut serba unggul—hanya atributlah yang sesungguhnya paling utama! Sebuah Mantra Bola Api sederhana pun mampu meledakkan efek dahsyat! Satu serangan biasa yang tampak ringan, dapat langsung mengguncang keyakinan sang BOSS akan hidupnya sendiri! Inilah sang maniak atribut, yang melibas segalanya tanpa ampun!
Awal musim semi di bulan Maret, sisa-sisa dingin yang menusuk masih enggan beranjak pergi. Di waktu fajar, Teluk Wan Hai dilapisi selapis embun beku keperakan yang tipis. Ye Ming mendorong jendela kayu tua, dan di tengah derit gesekan antara jendela dan kusennya, ia disambut hembusan angin dingin yang menggigit.
Ia menarik lehernya, mengembuskan napas hingga menghasilkan asap putih di udara.
"Benar-benar masih dingin," gumam Ye Ming, meneguk seteguk air hangat dan, sambil memegang sepotong roti kering di tangan kirinya, menelan dengan susah payah.
Musim dingin baru saja berlalu, namun pemandangan di luar jendela masih sepenuhnya bercirikan akhir musim dingin yang suram, dingin, dan sepi dari kehidupan. Di kejauhan, hanya ada sebuah patung besar berdiri menyendiri di tengah alun-alun bundar; bahkan kawanan merpati yang biasa singgah dan mencari makan pun menghilang entah ke mana.
"Mari kita lihat, apakah harga kartu peran hari ini berubah." Ye Ming menelan air putih dan roti kering dalam satu tegukan, lalu membuka telapak tangannya, dan sebuah alat sebesar kepalan tangan muncul di sana.
Benda itu menyerupai layar kecil—di dunia ini, alat itu dinamakan informasi, dan dapat digunakan untuk memperoleh berbagai informasi tentang dunia ini.
Informasi yang dimiliki Ye Ming adalah yang paling sederhana; ia hanya mampu menampilkan data dasar seputar Teluk Wan Hai. Begitu diaktifkan, seketika layar besar berpendar biru muda muncul di hadapannya, dipenuhi data, informasi, serta kategorisasi yang berubah-ubah—persis seperti seb