Pahlawan Cendekia di Zaman Kekacauan

Pahlawan Cendekia di Zaman Kekacauan

Penulis:Liú Sān Suí

Ia sejatinya adalah putra bangsawan terkemuka di ibu kota, namun demi menjalankan amanat luhur sang kakek, ia pun menapaki perjalanan penuh tantangan. Sepulangnya ke tanah air, setelah mewarisi perusahaan ayahnya, ia menyamar menjadi seorang dosen biasa di universitas. Diam-diam, ia mendirikan Persaudaraan Bersatu yang kekuasaannya merambah seantero Jiangsu dan Zhejiang. Awalnya, ia menaklukkan pesona sang wanita dewasa nan memesona, Murong Sishui. Tak lama kemudian, ia kembali dipertemukan dengan cinta pertamanya di lingkungan kampus. Sejak saat itu, kisah asmaranya tak kunjung surut; para wanita cantik dari segala penjuru berebut untuk mendekap dan merebut hatinya. Saksikanlah bagaimana sang pemuda bangsawan, dengan segala kemewahan dan intrik asmara yang tak berujung, melangkah menuju puncak kejayaan dunia persilatan! 【Novel telah tamat, simpan dan baca dengan tenang!】

Pahlawan Cendekia di Zaman Kekacauan

32ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Jilid Pertama Seratus Pertempuran, Pasir Kuning Menembus Baju Zirah Emas Bab Satu Lahir Kembali di Makam Kuno

“Deng, deng, deng…”

Dalam lelapnya, Wang Junlin samar-samar mendengar suara langkah kaki, seketika ia terbangun dengan penuh kewaspadaan. Namun anehnya, bagaimanapun ia berusaha, matanya tetap tak mampu terbuka.

“Guruh, guruh…”

Suara langkah kaki lenyap, digantikan oleh suara berat yang bergesekan, bagaikan petir menggelegar di telinga. Tubuh Wang Junlin tergetar, akhirnya ia berhasil membuka matanya.

Gelap gulita membentang di hadapan, tanpa secercah cahaya. Di bawah tubuhnya terasa keras dan dingin.

Ia terperangah, lalu berjaga penuh waspada. Jelas ia tertidur di ranjang empuk di rumah, mengapa kini terbangun di tempat berbeda? Apa pula makna suara tadi?

Apakah ini hanyalah mimpi? Ia meraba-raba lampu di sisi ranjang, yang tersentuh justru dinding batu yang dingin. Belum sempat ia berseru, suara gemuruh kembali terdengar, dan tiba-tiba seberkas cahaya menyinari kegelapan, menyilaukan mata. Ia pun menutup wajah dengan tangan.

“Ah…”

“Ah… itu zongzi daging…”

Dua teriakan ketakutan menyentuh telinga Wang Junlin, membuat tubuhnya gemetar, ia mengintip ke luar, tampak dua sosok manusia.

“Tak perlu takut, kita sudah siap…”

Kali ini Wang Junlin mendengar jelas, suara itu berasal dari seseorang dengan dialek khas Shaanxi.

Ia hendak membuka mulut, namun belum sempat bersuara, sebuah lengan dengan cepat menyodorkan sesuatu ke mulutnya. Wang Junlin tertegun, mengambil benda itu dari mulutnya, sontak dua teriakan yang lebih nyaring menggema.

“Celaka, zongzi besar! Kuku keledai hitam tak mempan! Kabur!”

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat Lebih Banyak >
Era Senjata Ilahi Global
Sang Mahapati Penyapu Ranjau
em andamento
Era Para Santo Sedunia
Melukis Kota yang Memikat
em andamento
Era Dewa-Dewa Global
Dalam semalam mencapai pencerahan.
em andamento
Kota Melintasi Ruang dan Waktu
Api Bintang dari Timur
concluído
Pohon Teknologi Sang Jenius
Angin Menderu di antara Pepohonan
em andamento
Istana Shura
Chen Bei Chen
em andamento
Pelayan Istana Tingkat Pertama
Kabut hujan berkelindan lembut
concluído
Enam Jalan Pain dan Pengendalian Diri
Keheningan mengejar kesepian.
concluído
Reinkarnasi: Sang Investor Tingkat Dewa
Waktu Bekas
em andamento

Peringkat Terkait

Peringkat Lainnya >
1
Dewa Atribut
Musim Panas Biru yang Menyejukkan
4
Kakakku adalah Rikudō Sennin.
Menyapu bersih dengan kekuatan penuh.
7
Selir yang Terabaikan
Bayangan Meninggalkan Aroma
8
Pedang dan Takhta
Sang Jenderal Menanggalkan Zirah
9
Tetangga Sang Pembunuh
Senja Bersalju yang Sunyi