Tolong berikan teks yang ingin diterjemahkan.
Kesengsaraan hidup begitu beragam, sejak lahir seolah-olah telah tercebur ke lautan derita. Ambil saja urusan nama, beberapa orang tua yang jelas-jelas kasar dan sederhana, justru ingin memberi anaknya nama yang aneh, membuat si anak harus bergelut dengan namanya seumur hidup. Yang paling malang adalah mereka yang diberi nama dengan huruf-huruf langka; bahkan untuk membuat kartu bank pun sulit, sebab komputer tak mampu mengetikkan namanya. Ada pula yang tubuhnya gagah perkasa, namun malah menyandang nama perempuan, sungguh membuat orang merasa ganjil.
Begitulah nasib musim, yakni Ji Jue. Ia seutuhnya laki-laki, namun orang tuanya justru memberinya nama perempuan. Konon, ketika ibunya mengandung, semua orang yakin ia akan melahirkan perempuan, terutama bibinya. Kakek Ji Jue sangat mengutamakan anak laki-laki dan, termakan bisikan orang, memaksa ibunya menggugurkan kandungan. Ayah Ji Jue, yang sangat menyayangi istrinya, tak tega melihatnya menderita dan berkata, "Laki-laki atau perempuan sama saja." Karena semua yakin anaknya perempuan, sang ayah pun memberi nama 'Yu' yang berarti permata. Siapa sangka, saat lahir, anak itu ternyata laki-laki. Namun sang ayah tetap keras kepala, tak mau mengganti nama anaknya.
Justru bibinya yang dulu bersikeras bahwa anaknya perempuan, kemudian melahirkan tiga anak perempuan berturut-turut. Suaminya tak terima, hubungan keluarga pun mulai tegang. Ayah Ji Jue, orang baik, memiliki hubungan baik dengan iparnya, sehingga berkata, "Wang, kita satu keluarga. Anakku juga anakmu." Mendengar itu, iparnya