Bab 16 Memilih Kandidat yang Tepat

Após levar toda a turma a transmigrar para um livro, usando os exames imperiais para dominar a corte Seis de lama e pedra 2565kata 2026-07-31 09:15:11

Halaman 1 dari 3

Setelah mendengar hal itu, wajah Li Suguan menjadi semakin pucat. Ia sadar bahwa kedoknya telah terbongkar dan kemungkinan besar tidak akan dapat terus bekerja di sini.

Ia memandang Jiang Zhiyu dan Qi Zimo, lalu akhirnya menundukkan kepala dan mengakui kesalahannya, “Baiklah, aku mengaku. Aku bersekongkol dengan Zhang Xinyue untuk mencuri catatan kuliahmu. Namun, aku juga terpaksa. Dia memberiku terlalu banyak keuntungan, sehingga aku tidak mampu menolaknya.”

Jiang Zhiyu berkata dengan dingin, “Sekarang sudah terlambat untuk menyesal. Kau harus membayar harga atas perbuatanmu.”

Tubuh Li Suguan sedikit gemetar mendengar ucapan Jiang Zhiyu. Ia tahu kejahatannya telah terbongkar dan tidak mungkin lagi disangkal. Ia mengangkat kepala dan menatap Jiang Zhiyu, secercah penyesalan tampak di matanya.

“Aku tahu aku telah bersalah. Aku bersedia menanggung akibatnya. Aku hanya memohon agar kau memaafkan kesalahanku dan memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri.” Suara Li Suguan mengandung nada memohon.

Jiang Zhiyu menatap Li Suguan. Tatapannya sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan, hanya tekad yang teguh.

“Kesalahanmu telah menimbulkan akibat yang serius. Aku tidak bisa begitu saja memaafkanmu. Namun, aku dapat memberimu kesempatan untuk menebus perbuatanmu,” ujar Jiang Zhiyu.

Mendengar itu, hati Li Suguan menegang. Ia tahu Jiang Zhiyu tidak akan membiarkannya begitu saja. Ia mengertakkan gigi dan mempersiapkan diri secara mental.

“Baik, aku bersedia menerima hukuman,” kata Li Suguan.

Jiang Zhiyu mengangguk, lalu menoleh kepada Qi Zimo. “Qi, maukah kau membantuku menangani masalah ini?”

Qi Zimo tersenyum tipis. Ia tahu Jiang Zhiyu mempercayainya, dan hal itu merupakan kehormatan baginya.

“Tentu. Aku akan membantumu sekuat tenaga,” jawab Qi Zimo.

Jiang Zhiyu mengangguk, lalu berbalik kepada para siswa lainnya. “Semuanya, masalah ini menyangkut disiplin Akademi Kekaisaran. Aku harap kalian dapat menjadi saksi dan membantu kami menjaga ketertiban akademi.”

Mendengar ucapan Jiang Zhiyu, semua orang mengangguk. Mereka memahami pentingnya masalah tersebut dan menyatakan kesediaan untuk membantu.

Jiang Zhiyu dan Qi Zimo kemudian membawa Li Suguan menghadap Pengawas Shangguan. Saat melihat mereka, Pengawas Shangguan sempat tertegun sebelum bertanya, “Jiang Zhiyu, ada urusan apa?”

Jiang Zhiyu maju, membungkuk hormat, lalu berkata, “Pengawas Shangguan, Li Suguan telah mencuri catatan kuliah saya. Saya sudah menemukan buktinya. Mohon berikan keputusan yang adil.”

Mendengar ucapan Jiang Zhiyu, wajah Pengawas Shangguan mengeras. Ia menatap Li Suguan, dan kemarahan tampak berkilat di matanya.

Halaman 1 dari 3

Halaman 2 dari 3

“Li Suguan, mengapa kau melakukan hal semacam ini?” tanya Pengawas Shangguan.

Li Suguan menundukkan kepala dan tidak berani menatap mata Pengawas Shangguan. Ia tahu tidak mungkin melarikan diri dari kesalahannya dan hanya dapat mengaku.

“Aku... aku dipaksa oleh Zhang Xinyue. Aku tidak mampu menolaknya,” kata Li Suguan.

Mendengar itu, wajah Pengawas Shangguan menjadi semakin muram. Ia menatap Li Suguan dan berkata dengan suara dingin, “Karena kau sudah mengaku, kau harus membayar harga atas perbuatanmu. Mulai hari ini, kau bukan lagi pengelola asrama Akademi Kekaisaran. Pulanglah.”

Tubuh Li Suguan bergetar mendengar keputusan tersebut. Ia tahu jabatannya tidak mungkin dipertahankan. Dengan kepala tertunduk, ia meninggalkan Akademi Kekaisaran dalam diam.

Setelah Li Suguan pergi, Jiang Zhiyu berkata kepada Pengawas Shangguan, “Pengawas Shangguan, saya berharap Anda dapat memperketat pengelolaan Akademi Kekaisaran agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.”

Pengawas Shangguan mengangguk pelan. Ia tahu Jiang Zhiyu benar. Ia harus memperketat pengelolaan akademi dan menjaga disiplin di dalamnya.

“Jiang Zhiyu, aku akan mengingat ucapanmu dan memperkuat pengelolaan Akademi Kekaisaran. Terima kasih karena telah membantuku memperbaiki kesalahan,” ujar Pengawas Shangguan.

Jiang Zhiyu tersenyum tipis, lalu berbalik meninggalkan ruangan Pengawas Shangguan. Ia tahu tugasnya telah selesai. Ia akan terus berusaha demi menjaga disiplin Akademi Kekaisaran.

Saat keluar dari ruangan Pengawas Shangguan, Jiang Zhiyu melihat Qi Zimo. Pemuda itu sedang menatapnya dengan penuh kekaguman.

“Kau melakukannya dengan sangat baik,” kata Qi Zimo kepadanya.

Jiang Zhiyu tersenyum tipis. Ia tahu semua usahanya tidak sia-sia. Ia menatap Qi Zimo dengan keyakinan yang teguh.

“Aku akan terus berusaha,” ujar Jiang Zhiyu.

Melihat tatapan Jiang Zhiyu yang penuh keteguhan, kehangatan mengalir di hati Qi Zimo. Ia tahu Jiang Zhiyu bukan hanya seorang perempuan cerdas, melainkan juga pribadi yang penuh tanggung jawab dan berani menghadapi kesulitan. Ia percaya, dengan kualitas seperti itu, Jiang Zhiyu akan mampu menghadapi tantangan apa pun di masa depan.

“Aku yakin kau pasti bisa,” jawab Qi Zimo dengan lembut. Suaranya mengandung kekuatan yang menenangkan.

Jiang Zhiyu mengangguk dan perasaannya menjadi lebih ringan. Meskipun menangani masalah Li Suguan membuatnya sedikit lelah, ia merasa sangat puas karena telah menegakkan keadilan dan ketertiban di Akademi Kekaisaran.

“Masih banyak yang harus kita lakukan. Kita tidak boleh berhenti melangkah hanya karena telah meraih kemenangan kali ini,” Jiang Zhiyu mengingatkan dirinya sendiri sekaligus Qi Zimo.

Halaman 2 dari 3

Halaman 3 dari 3

Qi Zimo mengangguk setuju. Ia tahu bahwa pengelolaan dan penyempurnaan sistem Akademi Kekaisaran merupakan tugas jangka panjang yang berat dan membutuhkan usaha bersama dari setiap orang.

“Kita akan melakukannya selangkah demi selangkah. Setiap masalah akan kita tangani dengan sungguh-sungguh,” ujar Qi Zimo dengan tegas. Matanya berkilat penuh harapan akan masa depan.

Jiang Zhiyu tersenyum. Ia merasa tidak lagi sendirian. Dengan sahabat dan rekan seperti Qi Zimo, ia percaya mereka mampu mengatasi kesulitan apa pun bersama-sama.

“Kalau begitu, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengisi kembali posisi pengelola asrama dan menemukan orang yang mampu menjalankan tugas tersebut,” Jiang Zhiyu mengemukakan rencana berikutnya.

Qi Zimo menyetujui usulan itu. Ia tahu tugas tersebut sangat mendesak, karena tanggung jawab pengelola asrama amat penting bagi kelancaran Akademi Kekaisaran.

“Aku akan segera mencari kandidat yang sesuai. Pada saat yang sama, kita juga harus memastikan pengelola asrama yang baru mampu menaati peraturan kita dan tidak mengecewakan harapan semua orang,” janji Qi Zimo.

Sambil membahas berbagai perincian, mereka berjalan menuju asrama. Mereka tahu bahwa setiap keputusan dan tindakan akan membawa pengaruh besar terhadap masa depan Akademi Kekaisaran. Mereka bersedia memikul tanggung jawab ini. Demi kemakmuran akademi dan kesejahteraan para siswa, mereka rela mengerahkan seluruh usaha.

“Zhiyu, menurutmu siapa yang cocok untuk menduduki jabatan penting ini?” tanya Qi Zimo dengan rasa ingin tahu. Alisnya sedikit berkerut, menunjukkan kekhawatiran.

Jiang Zhiyu berpikir sejenak, lalu berkata, “Menurutku, kita membutuhkan seseorang yang jujur sekaligus bertanggung jawab. Jabatan ini menuntutnya mengelola seluruh asrama serta menjamin keselamatan dan ketertiban para siswa. Tanggung jawabnya sangat besar.”

“Aku setuju dengan pendapatmu, Zhiyu. Kandidat itu harus mampu mendisiplinkan diri sendiri sekaligus bersikap lapang kepada orang lain. Hanya dengan begitu, ia bisa mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan semua orang,” tambah Qi Zimo.

“Zhiyu, Zimo, kalian sudah kembali.” Deng Ziqiu menyambut mereka dengan hangat.

“Ya. Saat ini kami sedang membicarakan sesuatu dan membutuhkan bantuan semua orang,” jawab Jiang Zhiyu sambil tersenyum.

“Masalah apa? Katakan saja. Kami akan berusaha membantu semampu kami,” kata Deng Ziqiu dengan riang, menyatakan kesediaannya untuk membantu.

“Kami perlu menemukan seseorang yang mampu menggantikan Li Suguan. Orang itu harus bertanggung jawab, mampu mendisiplinkan diri sendiri, dan bersikap lapang kepada orang lain. Kami berharap kalian dapat membantu menemukan orang seperti itu,” Qi Zimo menjelaskan kebutuhan mereka secara terperinci.

Halaman 3 dari 3