Langit memiliki lima perputaran dan enam qi; musik memiliki lima nada dan enam irama. Inilah dunia di mana musik menjadi jalan untuk berlatih dan memperkuat diri—hanya melalui musik seseorang dapat beresonansi dengan energi spiritual langit dan bumi, menarik qi ke dalam tubuh, mengubahnya menjadi semangat yang menggelegar. Maka, sebagai seorang musisi emas yang menguasai berbagai alat musik, Xiao Yun memulai jalannya menuju kekuatan sejati. Orang lain menapaki jalan lima nada, sedangkan aku menempuh jalan tujuh nada. Segala macam melodi dari kehidupan sebelumnya dengan mudah dapat kupermainkan! Satu lagu “Pecah Formasi”, memporakporandakan segala formasi di dunia! Satu lagu “Gelora Hati”, membuat segala penjuru tunduk dan bersujud! Satu lagu “Tertawa Menghadap Dunia”, lima nada berputar, semangat membumbung tinggi menembus langit! Akhirnya, akan tiba hari itu—hari saat aku menantang langit dan menjadi suci, dan seluruh dunia akan mengangkatku sebagai yang tertinggi!
Benua Tianle, tempat manusia, iblis, siluman, dan kaum barbar hidup berdampingan. Manusia menguasai wilayah tengah, terdiri atas delapan kerajaan dan sembilan belas negeri. Suku siluman bermukim di timur, bangsa iblis berkuasa di tenggara, sedangkan di utara berdirilah bangsa anjing Rong, kepala dari empat kaum barbar. Barat laut berupa padang gurun luas, dikuasai oleh bangsa arwah; timur laut berawa-rawa, negeri bangsa es; barat daya dipenuhi gunung berapi, tanah leluhur bangsa api. Mengelilingi benua terbentang samudra tanpa batas, tiada seorang pun tahu seberapa luas dunia ini.
Pada zaman kuno, Raja Manusia Fuxi memetik giok dari Gunung Zhong, memadukannya dengan benang langit, lalu menempa kecapi pertama di kolong langit. Tubuh kecapi itu memiliki lima puluh senar, selaras dengan lima puluh kehendak Langit, menegakkan kejayaan manusia, dan melalui irama kecapi menapaki jalan menjadi suci.
Delapan ratus ribu tahun silam, Kaisar Kuning bertempur melawan Chiyou di padang Jizhou. Chiyou memanggil delapan puluh satu Dewa Musik, mengerahkan sihir suara iblis, membentuk Barisan Suara Iblis Agung. Pasukan Kaisar Kuning terjebak, mengalami kerugian besar. Maka, Kaisar Kuning menempa lonceng raksasa dari tembaga Gunung Shou, membunyikannya di hadapan barisan. Begitu suara lonceng agung nan kokoh dan suci menggema, matahari dan bulan pun meredup, gunung runtuh, bumi terbelah. Delapan puluh satu Dewa Musik beserta ribuan prajurit iblis Jiu Li lenyap seketika oleh gaung lonceng.
Menempa lonceng agung, menawan Chiyou; begitu gema lonceng menggema, segala iblis mu