Bab 9: Hukum Rimba Sang Penguasa【7】
Bab 9: Hanya yang Terkuat yang Berkuasa【7】
"Ini adalah tugas yang dikeluarkan oleh Tuan Muda Besar Keluarga Xiao. Kelompok tentara bayaran kami kekurangan seorang prajurit yang ahli bertarung jarak dekat dengan belati. Jika kalian berminat, silakan mencoba! Imbalannya sangat tinggi!"
Di depan papan tugas tingkat tinggi, seorang pria menempelkan tugas baru, yaitu pergi ke Hutan Kabut yang terkenal di pinggiran ibu kota untuk mencari Buah Biling yang dapat meningkatkan kekuatan.
Buah Biling adalah ramuan yang dapat memperkuat energi vital. Jika digunakan sebagai penunjang saat berlatih, hasilnya akan berlipat ganda. Namun, buah ini hanya berbuah sekali setiap tiga tahun, sehingga sangat berharga.
Bertarung jarak dekat dengan belati, sudut bibir Huang Beiyue terangkat. Di usia sepuluh tahun, ia sudah menjadi ahli dalam bidang ini.
Beberapa orang segera mendaftar, Huang Beiyue pun ikut berdesakan. Tubuhnya yang kecil segera membuat para tentara bayaran bertubuh tinggi besar itu tertawa.
"Anak kecil, jangan ikut main-main, kakak-kakak di sini sedang ada urusan penting!" salah satu tentara bayaran tertawa terbahak-bahak.
Tatapan tajam Huang Beiyue di balik jubahnya berkilat. Tubuhnya bergerak cepat, hingga tentara bayaran itu hanya merasakan bayangan melintas di depan matanya. Belati di pinggangnya sudah tercabut dan ujungnya menekan dada si tentara bayaran.
Andai saja belatinya lebih panjang, ujungnya pasti sudah menempel di leher pria itu!
Ah, tubuh kurus kecil di usia dua belas tahun memang agak merepotkan...
Wajah tentara bayaran itu seketika pucat, orang-orang di sekitarnya pun langsung menoleh, menatap pemandangan itu dengan takjub.
Si kecil kurus itu, ternyata memiliki kecepatan dan gerakan secepat itu, kekuatannya pasti sudah setara prajurit tingkat tinggi!
Di dunia ini, hanya yang terkuat yang dihormati. Huang Beiyue hanya menunjukkan sedikit kekuatannya, dan tatapan yang tadinya meremehkan kini berubah menjadi penuh rasa hormat.
Ia mengembalikan belati pada si tentara bayaran, suaranya sengaja dibuat parau, "Maafkan aku."
"Bukan, itu salahku. Yang terhormat, Tuan Prajurit, mohon maafkan kelancanganku tadi." Tentara bayaran itu, meski kehilangan muka, tak memperlihatkan kemarahan, malah membungkuk dalam-dalam meminta maaf pada Huang Beiyue.
Sifat yang begitu terbuka dan jujur membuat kesan Huang Beiyue terhadap para tentara bayaran di dunia ini semakin baik.
"Hebat sekali, Tuan Prajurit, apakah Anda bersedia bergabung dalam tugas ini?" Pria yang menempelkan tugas tadi datang mengundang dengan tulus. Ia mengundang, bukan sekadar menyatakan bahwa Huang Beiyue memenuhi syarat, yang menunjukkan betapa zaman ini benar-benar menghormati kekuatan.
Huang Beiyue mengangguk. Tentu saja ia bergabung, asalkan imbalannya tinggi, apa pun akan ia lakukan.
"Maaf, boleh tahu nama Tuan Prajurit?"
"Xi Tian."
Nama inilah yang ia gunakan saat mendaftar sebagai tentara bayaran.
Kelompok tentara bayaran yang baru dibentuk ini dipimpin oleh Tuan Muda Besar Keluarga Xiao.
Awalnya ia mengira hanya kebetulan nama belakang mereka sama, namun begitu melihat orangnya, barulah Huang Beiyue merasa dunia ini benar-benar sempit!
Ternyata Tuan Muda Besar Keluarga Xiao itu adalah Xiao Zhongqi, kakak tiri Huang Beiyue!
Xiao Zhongqi memang kuat, usianya delapan belas tahun, seorang prajurit perak Kerajaan yang telah berjasa di medan perang. Wajahnya tampan dan berwibawa, menjadi idaman banyak gadis muda.
Saat kecil, ia paling suka mengerjai Huang Beiyue. Begitu dewasa, ia pun kerap mencari-cari masalah. Dulu, Huang Beiyue sangat takut pada kakak tirinya itu, baru melihatnya saja sudah ingin menangis.
Bocah nakal ini hari ini jatuh ke tangannya, nanti pasti akan ia beri pelajaran!
"Xiao Fan, ini prajurit tingkat tinggi yang kau datangkan?" tanya Xiao Zhongqi sambil menunggang kuda hitam besar, mengenakan zirah perak yang indah. Ia menunduk memandang Huang Beiyue yang bertubuh kecil.
Pria bernama Xiao Fan, yang ditugaskan merekrut tentara bayaran di Serikat Tentara Bayaran, segera maju begitu mendengar nada suara Xiao Zhongqi yang terkesan meremehkan dan ragu. Ia membisikkan beberapa patah kata di telinga sang tuan muda.