Orang tuaku menghilang tanpa jejak. Demi mendapatkan kekuatan untuk menemukan mereka, aku terpaksa menjalani sepuluh tahun sebagai seorang bisu. Namun di tengah-tengah penderitaan itu, aku malah ditunjuk untuk menjadi menantu yang tinggal di rumah mertua. Istriku memang sangat cantik, bagaikan bidadari, namun tak pernah sekalipun memperlakukanku dengan baik. Ia selalu menganggapku sebagai pecundang tak berguna! Namun hari ini, batas sepuluh tahun itu akhirnya berakhir! Aku akan membalikkan semua keadaan, memulai segalanya dari awal... Novel baru ini hadir dengan kisah yang membara. Para pembaca jangan lupa klik favorit! Pembaruan setiap hari pukul sepuluh pagi.
“Qin Li? Kenapa kamu, si bisu, yang menjemputku?”
Di depan gerbang Universitas Kota Lin, Chu Zitan mengerutkan kening, wajahnya penuh rasa jijik saat memandang pria di depannya, lalu melirik sekeliling dengan hati-hati.
“Ayo cepat pergi, kalau teman-temanku melihat, aku bakal malu besar!” katanya sambil melangkah cepat pergi.
Qin Li hanya menekan bibir, lalu mengikuti Chu Zitan.
Hari ini, ia memang diminta oleh istrinya, Chu Qingyin, untuk menjemput Chu Zitan pulang. Biasanya Chu Qingyin sendiri yang menjemput, tapi hari ini dia bilang ada urusan kantor, jadi mengirim pesan agar Qin Li yang menjemput.
Ketika Qin Li dan Chu Zitan berjalan menuju mobil, tiga gadis berjalan beriringan dari arah berlawanan dan segera mengelilingi mereka begitu melihat Chu Zitan.
“Wah, bukankah ini si mawar kampus, Chu Zitan?”
Langkah Chu Zitan terhenti, wajahnya langsung berubah, ia melirik Qin Li di belakangnya dengan hati penuh kesal.
Baru saja khawatir ketahuan kalau kakak iparnya itu bisu, ternyata tetap saja ketahuan, apalagi oleh tiga gadis yang memang tak pernah akur dengannya.
“Oh, kalian rupanya. Ada apa?” Chu Zitan mencoba tersenyum, meski jelas terlihat dipaksakan.
“Tak ada apa-apa, cuma menyapa saja,” salah satu dari mereka, gadis berambut panjang, tersenyum sinis.
Tatapan gadis itu beralih ke Qin Li, lalu tiba-tiba matanya membelalak lebar, berseru dengan nada dibuat-buat, “Ya ampun, Chu Zitan, orang ini... bukankah dia kakak iparmu yang sudah satu tahun jadi menantu tinggal di rumah, bisu lagi? Kenapa kamu bawa o