Hari kiamat sedang melaju ke arahnya dengan deru yang mengerikan... —————— Akhirnya, novel "Hari Kiamat" akan diterbitkan dalam bentuk buku fisik! Penerbit kali ini menyediakan edisi resmi dengan tanda tangan penulis dan bonus khusus dalam versi pre-order. Pre-order akan dibuka pada 20 April pukul 20.00 malam. Saluran dan tautan pre-order akan aku cantumkan di kolom komentar dan akhir bab!
“Aku merasa... pacarku sepertinya ingin membunuhku.”
Pada hari Minggu, McDonald's dipenuhi orang tua yang membawa anak-anak. Dari area bermain anak-anak, suara teriakan dan tawa riang terus bergema. Dalam suasana seperti itu, Zhu Mei tentu saja sulit mempercayai ucapan sahabatnya.
“Jangan bicara sembarangan! Meski kalian bertengkar, jangan menjelek-jelekkan dia begitu.” Zhu Mei yang berwajah bulat memarahi sambil tersenyum geli. Ia berhenti sejenak, lalu menaikkan sebelah alisnya, agak ragu bertanya, “...Kalian kalau bertengkar, nggak sampai main tangan, kan?”
Di hadapannya duduk seorang gadis berusia dua puluhan. Raut wajahnya menarik, namun di kota internasional yang penuh sesak ini, kecantikannya bukanlah sesuatu yang langka. Yang paling mencolok justru sepasang mata besarnya yang sedikit sipit ke atas, dengan warna iris yang pucat dan kilau amber, mengingatkan siapa saja pada kucing yang baru saja terbangun di pagi hari.
Lin Sanjiu menggeleng pelan, tak melanjutkan pembicaraan.
Tak heran Zhu Mei tak percaya—ucapan seperti itu, bahkan bagi Lin Sanjiu sendiri terdengar konyol. Mungkin karena belakangan ini ia kurang tidur, pikirannya jadi gelisah...
Lin Sanjiu menyeruput dua kali minuman bersoda, mencoba merilekskan wajahnya, lalu setengah bercanda berkata, “Kalau suatu hari nanti polisi menanyaimu, siapa saja yang pernah jadi musuhku...”
“Dasar!” Nada bercanda Zhu Mei berhasil mengusir sedikit keraguan yang sempat tampak di wajahnya. Ia tertawa sambil melambaikan tangan, “Serius deh, kamu tuh dapat untung masih ngeluh! Co