Ibu dari anakku, mohon tunggu sebentar.

Ibu dari anakku, mohon tunggu sebentar.

Penulis:Iris

Siapa orang tercantik di Dinasti Keemasan? Su Yue. Siapa orang paling berbahaya di Dinasti Keemasan? Su Yue. Siapa orang paling sial di Dinasti Keemasan? Tetap Su Yue. Di Dinasti Keemasan, tak ada seorang pun yang tidak mengenal Su Yue. Semua orang ingin mengambil hati Su Yue, namun tak ada yang berani memetik bunga indah nan menawan itu. Su Yue adalah bintang pembawa sial; baru sehari lahir, kedua orang tuanya sudah tiada. Untung saja, ia mewarisi kekayaan melimpah, sehingga para pelamar pun tak pernah berhenti berdatangan. Namun siapa pun yang menikahinya akan tertimpa malapetaka, hingga akhirnya tak seorang pun yang mau mendekat. Namun Su Yue juga adalah bintang keberuntungan; ia menguasai astronomi dan geografi, mengetahui sejarah dan masa depan, bahkan mampu meramal nasib. Tanpa Su Yue, Dinasti Keemasan hampir saja runtuh; bahkan sang Kaisar pun tak mampu menaklukannya. Tapi Kaisar juga tak berniat memusuhinya, karena orang yang paling tidak perlu dikhawatirkan di Dinasti Keemasan adalah Su Yue. Mulut siapa yang lebih rapat daripada orang yang rutin mengalami lupa ingatan? Su Yue setiap hari hidup dalam dunianya sendiri, bahagia dan tanpa beban. Ia tak pernah merasa sepi, karena ia punya rekan jiwa. Namun, dari mana anak ini tiba-tiba muncul? Mengapa selalu mengejarnya sambil memanggil ibu? Su Yue memang pernah menikah beberapa kali, tapi ia belum pernah melahirkan anak! Sudahlah, karena anak itu lucu, lebih baik diangkat saja jadi anak angkat! Tapi... tapi kenapa setelah mengangkat anak, malah mendapat suami juga? Kenapa rekan jiwa itu berkata bahwa anak itu adalah darah dagingnya sendiri? Tidak bisa dibiarkan! Su Yue harus kabur dari rumah dan mencari tahu kebenarannya!

Ibu dari anakku, mohon tunggu sebentar.

32ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Untuk kalian yang tercinta

Mata Ouyang Ke bersinar terang, hatinya terguncang, tak lagi memedulikan Tolui, sambil tersenyum berkata dengan nada menggoda, "Aku, Tuan Muda Ouyang, orang macam apa adanya, sekali berkata tak pernah menarik kembali ucapanku. Hanya saja, dia boleh pergi, tapi Nona Huazheng, kau tetap harus tinggal..."

"Baik," sahut Cheng Lingsu tanpa ragu.

Cheng Lingsu memang sudah menduga bahwa Ouyang Ke takkan semudah itu melepaskan mereka. Namun, justru lebih baik begini; bila hanya dia seorang, ia masih bisa beradu akal dengan Ouyang Ke dan mencari peluang untuk meloloskan diri. Bila Tolui juga ikut, ia pasti akan merasa lebih terbebani. Maka, sebelum Ouyang Ke sempat berkata lebih jauh, ia langsung menyanggupi tanpa banyak bicara.

Ouyang Ke tidak menyangka ia akan menerima begitu cepat, tertawa terbahak-bahak, "Begitulah seharusnya. Dengan satu penghalang sudah tiada, kita bisa ngobrol lebih leluasa."

Cheng Lingsu tak menggubrisnya, membalikkan badan, lalu mengeluarkan saputangan bermotif bunga biru dari saku dadanya, menggoyangkannya di udara, kemudian membalut luka di telapak tangan Tolui yang menganga, dan kembali menyimpan dua kuntum bunga biru itu ke dalam saku. Ia lalu menjelaskan secara singkat situasinya pada Tolui dan memintanya segera kembali.

Wajah Tolui mengeras, melangkah mundur dua langkah, lalu mencabut golok tunggal yang tertancap di dekat kakinya. Dengan mata menatap tajam ke arah Ouyang Ke, ia mengayunkan golok ke udara di depan dirinya, "Kau memang lebih unggul dalam ilmu bela diri, aku bukan tandin

📚 Rekomendasi Terkait

Lihat Lebih Banyak >

Peringkat Terkait

Lebih Banyak Peringkat >