“Tuan Sun Chengfeng, bagaimana Anda memandang diri Anda sendiri ketika berada di bawah begitu banyak sorotan dan gelar?” “Jenius, miliarder, dermawan, atau mungkin seorang playboy? Biasanya saya menerima semua label yang diberikan orang lain kepada saya dengan senang hati.” “Lalu, identitas mana yang paling Anda sukai untuk mendefinisikan diri Anda?” “Tentu saja sebagai kakak laki-laki dari Sun Chengwan, vokalis utama RedVelvet.” Inilah kisah seorang dosen universitas yang datang dari dunia paralel dengan kemampuan seperti mesin pencari, berjuang untuk melindungi adik perempuannya—seorang vokalis utama—dan menemaninya menapaki puncak kejayaan.
Eksistensi mendahului esensi, hakikat manusia ditentukan oleh pilihan bebasnya sendiri. — Sartre
Sun Chengfeng sebenarnya tidak begitu memahami mengapa setelah terbangun dari tidurnya tubuhnya terasa begitu berat, pikirannya pun serasa buram dan tumpul, bahkan membuka mata saja terasa seperti beban. Seharusnya, sebagai dosen universitas yang sudah terbiasa begadang untuk riset maupun menyiapkan kuliah, tubuhnya tak semestinya melontarkan protes sekuat ini.
“Mungkin aku memang benar-benar butuh istirahat,” Sun Chengfeng menghela napas dalam hati, berusaha membuka mata dan mencari obat, namun ia mendapati dirinya sedang terbaring di ranjang rumah sakit.
“Eh? Sampai pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan?” Belum sempat ia mencerna keadaan, sepasang suami istri di sisi ranjang memandangnya dengan mata berbinar penuh kejutan, lalu berteriak memanggil dokter dalam bahasa Inggris. Pada saat itu, serangkaian kenangan membanjiri benaknya, membuat Sun Chengfeng tak mampu menahan beban itu hingga ia kembali tak sadarkan diri.
Dalam ketidaksadaran itu, Sun Chengfeng merasa seperti sedang bermimpi. Dalam mimpi itu, ia bukan lagi dirinya yang tumbuh di panti asuhan dengan hidup biasa-biasa saja, melainkan memiliki keluarga bahagia dan utuh, bahkan dianugerahi bakat luar biasa dalam pemahaman dan daya ingat.
Namun, semua itu hancur akibat kecelakaan mobil yang datang tiba-tiba. Kedua orang tuanya meninggal dunia demi melindunginya, dan ia sendiri terjepit tak berdaya di dalam mobil. Di detik-detik terakhir sebelum kehilangan kesadaran,