Sang Dewa Hanya Ingin Pulang Tepat Waktu
Mimpi yang Dapat Ditafsirkan 01
kata
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Katalog
Detail Buku
Pengaturan
Kembali ke Atas
Katalog Sang Dewa Hanya Ingin Pulang Tepat Waktu
em andamento·Total 100 bab
Penanda Buku
Urutan Terbalik
Bab Satu Aku Datang untuk Menggantikan, Bukan untuk Beramal!
Bab Kedua: Aku, Si Tua Bai?
Bab Tiga: Guan Gong Membuka Mata
Bab Empat: Bermain Catur dengan Jenderal Guan, Meletakkan Bidak di Pusat Langit
Bab Lima: Masih Menempatkan Bidak di Titik Tengah!
Bab Enam: Seribu Tahun Berlalu, Sahabat Lama Masih Ada
Bab Tujuh: Andai Bertemu Kembali, Mari Mengangkat Piala dan Minum Bersama
Bab Delapan: Kebangkitan Energi Spiritual? (Selama masa peluncuran buku baru, mohon dukungannya dan jangan lupa memberikan suara bulanan~)
Bab Sembilan: Teknik Pedang Musim Semi dan Musim Gugur, Gerakan Pertama — Membasmi Kejahatan
Bab Sepuluh: Orang Tua Panjang Umur Gantung Diri
Bab Sebelas: Terlelap Dua Ribu Kilometer
Bab Dua Belas: Apakah Mereka Sedang... Berdiskusi tentang Jalan? (Dua Bab dalam Satu, Mohon Dukung dan Beri Suara Bulan~)
Bab Tiga Belas: Dahulu Aku Pernah Bermain Catur dengan Jenderal Guan, Menang Tiga Kali (Gabungan Dua Bagian)
Bab Empat Belas: Kau Menyebut Ini Penumpang Biasa?
Bab Lima Belas: Di Dunia Ini Ada Dewa dan Makhluk Abadi
Bab Enam Belas Du Kang: Apakah aku melupakan sesuatu? (Mohon ikuti terus dan berikan suara bulanan~)
Bab Tujuh Belas Tahun kedelapan masa pemerintahan Kaisar Jiajing, sang Tuan Muda bernama Du! (Mohon dukungan suara dan bacaan lanjutan~)
Bab Delapan Belas: Tugas yang Diambil dengan Penundaan Waktu—Profesi Dasar yang Mengurus Segalanya? (Mohon dukungan tiket bulanan dan lanjutkan membaca~)
Bab Sembilan Belas: Menjadi Dewa Juga Ada Target Kinerja? (Mohon dukungan, mohon lanjut membaca~)
Bab Dua Puluh: Lihatlah, para dewa pun harus berterima kasih pada kita!
Bab Dua Puluh Satu: Membandingkan Diri dengan Orang Lain Hanya Akan Membuat Dewa Marah (Mohon dukungannya, jangan lupa vote bulanan~)
Bab Dua Puluh Dua: Dewa pun Harus Bekerja (Mohon Dukungannya dan Suara Bulanan~)
Bab Dua Puluh Tiga: Bagaimana kalau ganti nama saja jadi Dewa Tanah Pemberi Anak! (Mohon dukungan dan pembaca setia~)
Bab Dua Puluh Empat: Umur Sejajar Langit dan Bumi, Seusia Matahari dan Bulan!
Bab Dua Puluh Lima: Jika Bukan Karena Terpaksa, Siapa yang Ingin Bekerja? (Mohon dukungan suara bulanan dan terus ikuti kisah ini~)
Bab Dua Puluh Enam: Kejanggalan dalam Berlatih dengan Cara Otomatis! Dukan: Apakah Aku Mengorbankan Hidupku untuk Menggantikan Orang Lain? (Mohon dukungan suara dan bacaan lanjutan)
Bab Dua Puluh Tujuh: Mencari Houtu untuk Memohon Tanah, Menghadap Ratu Barat untuk Meminta Mata Air?
Bab Dua Puluh Delapan: Pendosa yang Bertobat Tak Ternilai Harganya, Usaha Para Dewa Membawa Kebahagiaan bagi Dunia
Bab Dua Puluh Sembilan: Apakah Para Dewa Juga Mengalami Sistem Eliminasi Terbawah? (Mohon dukungan suara dan pembacaan lanjutan~)
Bab 30: Bermain Pedang di Hadapan Dewa Pertanian!
Bab Tiga Puluh Satu: Dukan Bukan Dewa Anggur, Dewa Pertanian Memberikan Kitab Pertanian!
Bab tiga puluh dua: Yang aku dambakan hanyalah rakyat kenyang, dan tiada kelaparan di negeri ini.
Bab Tiga Puluh Tiga: Membolos... Apakah Itu Tidak Baik? (Mohon dukungan dan bacaan lanjutan~)
Bab 34: Ternyata Aku Adalah Jenius Tiada Tara!
Bab 35: Ini bukan lagi kerja 996, ini sudah 007! (Mohon dukungan dan pembaca setia~)
Bab Tiga Puluh Enam Dukang: Aku Tidak Bisa Minum Alkohol (Mohon Dukungan dan Bacaan Lanjutan~)
Bab Tiga Puluh Tujuh: Kitab Padi Menyimpan Kitab Negeri, Inilah Kitab Negeri dan Padi!
Bab Tiga Puluh Delapan: Kitab Perserikatan — Bagian Beragam Metode Rahasia (Mohon dukungan dan suara bulanan~)
Bab Tiga Puluh Sembilan: "Berbagai Rahasia Metode", "Teknik Membuat Segel Penjaga Tanah"—Segel Penjaga Tanah yang Sesungguhnya!
Bab Empat Puluh: Jiwa Tak Pernah Habis, Tenaga Tak Pernah Lelah, Roh Tak Pernah Musnah! (Dua Bab Menjadi Satu, Mohon Dukungan dan Bacaan~)
Bab Empat Puluh Satu: Gunung Tak Harus Tinggi, Jika Ada Dewa Maka Ternama; Air Tak Harus Dalam, Jika Ada Naga Maka Sakral (Mohon Dukungannya dan Suara Bulan Ini~)
Bab Empat Puluh Dua Yang Gratis Selalu yang Paling Mahal!
Bab Empat Puluh Tiga: Tindakan Berbahaya, Jangan Ditiru (Dua Bab Digabung, Mohon Dukungan Suara dan Bacaan~)
Bab Empat Puluh Empat: "Teknik Elemen Tanah" yang Telah Dioptimalkan, Beginilah Dunia Para Jenius!
Bab Empat Puluh Lima: Di Padang Rumput, Manusia Laksana Permata, Tiada Dua di Dunia Para Kesatria!
Bab Empat Puluh Tujuh: Terdeteksi Serangan Fusi Nuklir Sedang Menghampiri! (Mohon dukungan suara dan kelanjutan bacaan~)
Bab Empat Puluh Delapan: Teknik Memasuki Mimpi Ini Ada yang Aneh... Ini Hipnosis! (Mohon dukungan dan suara bulanan~)
Bab 49: Ketakutan Terhadap Kurangnya Daya Tembak—Kalau Bisa Keroyokan, Siapa Mau Duel Denganmu! (Mohon dukungan dan suara bulanan~)
Bab Lima Puluh: Jiwa Menyatu dengan Aliran Bumi, Menjelma Seribu Wujud dalam Sekejap!
Bab Lima Puluh Satu: Dewi Pemberi Anak Bergegas Menuju Tempat Perkelahian
Bab Lima Puluh Dua: Pada Hari Itu, Tiga Alam Dipenuhi Aroma Harum, Segala Makhluk Mabuk dalam Kelezatan!
Bab Lima Puluh Tiga: Hari Pertama Libur Dewa Kota—Akan Bangkrut!
Bab Lima Puluh Empat: Hati Penuh Keburukan, Sebanyak Apa Pun Membakar Dupa Tak Akan Berfaedah; Hati Lurus dan Benar, Meski Bertemu Aku Tak Bersujud Pun Tiada Apa-apa
Bab Lima Puluh Lima: "Shan Hai Jing" Gunung Pertama—Gunung Zhaoyao (Mohon dukungan suara dan pembaca setia~)
Bab 56: Mata Sang Agen Kucing Memancarkan Kebingungan yang Jernih
Bab Lima Puluh Delapan: Hari ini, siapa pun yang datang ke sini, takkan mampu menghalangiku!
Bab Lima Puluh Sembilan: Bencana Serangga Pemakan Jiwa, Menerpa Kota Gui, Iblis Merajalela, Awal dari Kekacauan?
Bab Empat Puluh Enam: Senyuman Dukan, Jauh Lebih Hebat daripada Kedatangan Penguasa Iblis (Mohon dukungan dan pembacaan lanjutan~)
Bab 61: Apakah ini juga bagian dari tradisi yang telah diwariskan sejak lama? (Mohon dukungan dan lanjutkan membaca~)
Jawablah beberapa pertanyaan ini, lalu tebak juga identitas tokoh utama~
Bab 62: Dulu Ada Dukan, Kini Layak Menjadi Dewa (Mohon Dukungannya dan Suara Bulan Ini~)
Bab Enam Puluh Tiga: Kebangkitan Jalan Kegelapan Dimulai dari Sini!
Bab 64: Wabah Serangga Menutupi Langit, Dewa Pertanian Mengayunkan Cangkul Melenyapkan Hama!
Bab 65: Sang Permaisuri Mengantarkan Botol pada Anak Iblis, Du Kang Menghunus Pedang Membasmi Para Iblis! (Bab Dua dalam Satu, Mohon Dukungan dan Bacaan~)
Bab Enam Puluh Enam: Kalian Layak Mati di Bawah Pedang Ini! Ini Sudah Merupakan Kehormatan Bagi Kalian!
Bab 67: Kucing Kecil Tak Ingin Terkena Pedang (Mohon Suara Bulan dan Bacaan Lanjutan~)
Bab Empat Puluh Delapan: Du Kang—Ia Bisa Digantikan!
Bab 69 Du Kang: Aku Benar-benar Bukan Dewa Anggur (Mohon Baca dan Berikan Suara Bulanan~)
×
Pengaturan Membaca
Tema Membaca
白天
夜间
粉红
淡绿
淡黄
Jenis Huruf Teks
宋体
微软雅黑
黑体
楷体
Ukuran Huruf
A-
16
A+
Lebar Halaman
Sempit
Sedang
Lebar
翻页模式
点击
滚动
×