Bab 55: Lelang Besar [7]

Sang Phoenix Menantang Dunia Lu Fei 1164kata 2026-02-09 22:42:26

Bab 55: Lelang Besar [7]

Ayah dan anak dari Keluarga Agung Anguo belum juga mengajukan tawaran. Sang Ayah yang licik dan berpengalaman sangat paham, jika sejak awal mereka ikut menawar, itu akan menunjukkan betapa besar minat mereka pada laba-laba merah itu, dan jika sampai ada yang dengan sengaja menaikkan harga, mereka akan sangat merugi!

Karena itu, ia memilih menunggu. Menunggu hingga jumlah penawar berkurang dan harga mulai stabil, barulah ia akan memasang tawaran, satu serangan maut yang menentukan!

“Hm! Aku menawar dua puluh juta koin emas!”

Dua puluh juta koin emas, masih wajar.

“Dua puluh dua juta koin emas!” Suara nyaring dan penuh keangkuhan terdengar dari sebelah ruang VIP nomor tiga.

Mendengar suara itu, alisnya yang tenang tiba-tiba terangkat.

Xiao Yun? Wah, bahkan Xiao Yun ikut meramaikan suasana. Ia ingat bahwa atribut energi utama Xiao Yun adalah es. Es dan petir jika digabungkan tidak akan menghasilkan efek yang terlalu hebat, hanya meningkatkan daya serang.

Namun mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membeli satu spirit beast beratribut petir juga tak memberikan banyak keuntungan baginya. Tetapi melihat Ibu Suri Xue rela mengeluarkan biaya sebesar itu agar ia bisa menawar, terlihat jelas betapa makmur kehidupan ibu dan anak itu dengan memanfaatkan pajak dari Daerah Qinghe!

“Dua puluh lima juta koin emas!” Setelah suara Xiao Yun, suara Putri Sakura Malam pun langsung terdengar.

Tampaknya ia juga memperhatikan orang-orang di ruang VIP ini. Putri Sakura Malam tersenyum, “Ternyata gadis dari keluarga sampingan Istana Putri Agung, Xiao Yun, kamu juga menyukai spirit beast ini? Kalau begitu, mari kita bersaing dengan baik.”

Dua kata ‘keluarga sampingan’ itu menusuk dalam-dalam harga diri Xiao Yun, wajahnya seketika berubah merah-biru, namun karena lawannya seorang putri, ia pun tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa memaksakan senyum.

“Mohon belas kasihan, Yang Mulia Putri.”

“Aku tidak suka berbelas kasihan. Jika kalah dari seorang gadis sampingan, besok di akademi pasti aku akan jadi bahan tertawaan.”

Huang Beiyue menahan tawa dalam hati, ternyata Putri Sakura Malam memang sejak lahir sudah suka menonjolkan diri, senang merendahkan orang lain, dan kata-katanya selalu langsung menusuk titik lemah Xiao Yun, sungguh menarik!

Bisa dibayangkan, wajah Xiao Yun yang selama ini angkuh dan merasa dirinya paling hebat, pasti saat ini sangat menarik untuk dilihat!

Xiao Yun memaksakan senyum, saat itu suara Ibu Suri Qin pun terdengar, “Nak, bagaimana mungkin kau bisa mengalahkan Yang Mulia Putri? Kau hanya gadis dari keluarga sampingan, kalau sampai membuat Putri kehilangan muka, hati-hati Putri mengadu ke Kaisar. Jika Kaisar tak senang, ayahmu di istana akan kesulitan.”

“Mana mungkin, ini hanya anak-anak sedang bermain saja, tak akan sampai membuat Kaisar tak senang,” sahut Ibu Suri Xue dengan hati-hati.

“Oh, bermain saja? Putri Sakura Malam adalah permata hati Kaisar, Kakak Xue bukankah kau tahu itu?” ujar Ibu Suri Qin dengan nada sinis dan lembut, “Benar kan, Suamiku?”

Xiao Yuancheng pun berkata dengan suara tegas, “Yun’er, jangan ikut menawar lagi. Kau beratribut es, untuk apa spirit beast beratribut petir?”

Memang disayangkan, jika Xiao Yun yang berbakat itu bisa mendapatkan laba-laba merah, pasti akan sangat bermanfaat. Namun bersaing dengan Putri Sakura Malam, sebaiknya diurungkan saja.

“Ayah!” Xiao Yun merengek manja, “Ayah sudah janji, laba-laba merah itu pasti jadi milikku!”

“Yun’er, jangan membujuk ayahmu lagi. Hanya seekor laba-laba merah, ayahmu sayang padamu, masih banyak hadiah lain yang akan diberikan padamu,” ujar Ibu Suri Xue, tahu kapan harus berhenti.

Beberapa kalimat Ibu Suri Qin tadi memang tepat mengenai kelemahan Xiao Yuancheng. Sejak Putri Agung wafat, Kaisar tampak semakin dingin terhadap Xiao Yuancheng...

Saran ramah: Para pembaca bisa login di situs web, sekalian menambahkan ke koleksi favorit. Hari ini Lululu update sepuluh bab, lho!