Bab 53: Lelang Besar [5]
Bab 53: Lelang Besar [5]
Lolo mengedipkan matanya, lalu segera memahami maksudnya dan hatinya pun bersukacita. Ternyata Tuan Xitian bukan ingin membantu Xue Che, melainkan hendak benar-benar menghancurkan kesombongan Xue Che!
Namun, dipikir-pikir, bukankah Tuan Xitian baru saja tiba di Linhuai? Bagaimana mungkin Xue Che sudah menyinggung perasaannya, hingga harus menghadapi balasannya?
Seakan mengetahui isi hati Lolo, Huang Beiyue berkata dengan datar, "Aku punya teman yang pernah ditindas olehnya."
Ternyata begitu, Lolo pun langsung paham dan berkata dengan geram, "Xue Che itu memang terlalu angkuh! Berani-beraninya menindas teman Tuan Xitian! Pantasan saja dia kena batunya!"
Ruang lelang yang tadinya agak gaduh mendadak sunyi. Lelang telah dimulai.
Seorang wanita muda nan cantik yang menjadi juru lelang naik ke atas panggung, sementara asistennya mendorong sebuah sangkar emas yang sangat besar. Sangkar itu telah diberi segel energi oleh seorang pemanggil, menahan keganasan Laba-laba Merah tingkat sebelas itu.
Sebelum benar-benar mengikat kontrak dengan pemanggil, binatang spiritual yang telah dijinakkan tetap menyimpan bahaya, sehingga harus dikurung dalam sangkar khusus semacam itu, lengkap dengan segel energi di luarnya.
Kain sutra penutup sangkar pun dibuka. Dalam sangkar yang bergetar karena energi, Laba-laba Merah itu menatap dengan mata penuh kebuasan. Seluruh tubuhnya merah menyala, warnanya amat mencolok, dan aura energi petir yang mengalir dari tubuhnya begitu kuat!
Inilah binatang spiritual tingkat sebelas yang bahkan setelah dijinakkan masih memancarkan niat membunuh!
Banyak orang di balai lelang itu menahan detak jantung mereka yang berdegup kencang. Untuk pertama kalinya mereka menyaksikan binatang spiritual tingkat tinggi seperti ini, dan di mata mereka semua tampak jelas cahaya penuh nafsu.
Akan sangat menyenangkan bila bisa memilikinya. Jika dapat mengikat kontrak jiwa dengan Laba-laba Merah, sehebat apa pun kemampuan diri sendiri, saat menghadapi pemanggil bintang lima ke bawah atau bahkan prajurit tingkat tinggi biasa, pasti bisa bertarung!
Itu sama artinya menutupi kekurangan bakat yang dibawa sejak lahir, langsung meloncat menjadi sosok kuat karena usaha!
Terlebih lagi, jika bisa mengikat kontrak jiwa dengan Laba-laba Merah tingkat sebelas, seiring pertumbuhan dan latihan Laba-laba itu, sang pemilik pun akan ikut berkembang. Yang kuat membawa yang lemah, kemajuan dalam berlatih pun meningkat berkali lipat!
Di ruang VIP atas, Xue Che menatap Laba-laba Merah itu dengan sorot mata berbinar, kedua tangannya mengepal, tubuhnya gemetar karena kegembiraan.
“Ayah, jika aku bisa memilikinya, aku pasti akan menjadi jauh lebih kuat!”
Adipati An memegang dagunya dan mengangguk, kedua matanya yang kecil di wajahnya yang gemuk pun berkilat penuh perhitungan.
“Benar, Laba-laba Merah ini, berapa pun harganya, kita harus memilikinya!”
Ayah dan anak itu sama-sama menatap dengan tekad bulat, tak mau kalah!
Sementara itu, di ruang VIP lain, Putri Sakura tengah menempelkan tubuhnya di jendela, sepasang matanya yang indah tak berkedip menatap Laba-laba Merah dalam sangkar itu, lalu menoleh pada Pangeran Mahkota Zhanye di belakangnya.
“Kakak, benarkah Tuan Xitian hanya butuh satu jurus saja untuk menaklukkan Laba-laba Merah tingkat sebelas itu? Apa para tentara bayaran itu tidak berbohong?”
Meskipun mereka berada cukup jauh, tetap saja bisa merasakan aura petir yang kuat dari tubuh Laba-laba Merah itu.
Binatang spiritual sekuat itu, hanya dengan satu jurus saja bisa dikalahkan, bukankah itu terlalu menakutkan?
“Kemampuan Tuan Xitian memang luar biasa, kau harus menunjukkan rasa hormat padanya,” Zhanye melirik Laba-laba Merah itu, sorot matanya pun tampak sedikit terkejut.
“Bagaimana aku bisa menyangka, Tuan Xitian yang begitu terkenal ternyata terlihat begitu muda,” Putri Sakura mengerucutkan bibirnya. Saat memasuki ruang VIP tadi, ia sudah kena teguran dari kakaknya.
“Kalau kau berani mengatakan hal seperti itu di depannya, aku takkan pernah lagi mengajakmu keluar dari istana,” ujar Zhanye dengan dingin.