Baixe o cliente, veja a introdução completa da obra.
Cahaya bulan membasuh segalanya, menyinari sudut-sudut terdalam istana yang megah dan berkilauan. Namun, kamar peraduan Permaisuri Putra Mahkota seolah terselubung pesona yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Ia duduk di tepi jendela, wajahnya di bawah cahaya bulan seputih pualam, matanya jernih laksana air musim gugur, dan di antara alisnya terpancar wibawa yang tak boleh diganggu gugat. Ia mengenakan gaun panjang dari kain tipis, ujung roknya melambai pelan diterpa angin, mempertegas keanggunan tubuhnya yang memikat hati.
Melihat wajah Permaisuri Putra Mahkota yang menawan, kulitnya sehalus porselen, tubuhnya elok memesona, Li Lin tak kuasa menahan getaran di dadanya. Gadis secantik ini sungguh sulit dijaga. Kecantikannya benar-benar tak tertandingi.
Namun, sorot matanya begitu dingin dan tak mudah didekati. Para bintang besar di kehidupan masa lalu Li Lin pun akan tampak tak berarti di hadapan Permaisuri Putra Mahkota ini.
Namun begitu, Li Lin juga tak tahu apa maksud Permaisuri memanggilnya malam ini. Dirinya hanyalah seorang pelayan kecil di sisi Wei Zhenghai, kepala pengurus istana. Beberapa hari lalu, sebuah kecelakaan membuat Li Lin terbangun di dunia kuno, dan mendapati dirinya telah berubah menjadi seorang kasim.
Li Lin amat kesal. Orang lain yang terlempar ke masa lalu biasanya jadi pangeran atau bangsawan, kenapa dia malah jadi kasim? Anehnya, alat kelaminnya ternyata masih utuh, sungguh tak masuk akal!
"Xiao Li, tahukah kau mengapa aku memanggilmu ke sini?" tanya Ning Xueyan sambil mengangkat cangkir teh, meny