Bab Dua Puluh Satu: Inilah Puncak Ledakan Sebenarnya
Saat para warganet masih meragukan dan membahas kembalinya diva papan atas Bai Yuehua, episode keempat “SINGER” akhirnya resmi tayang di Televisi Xiangnan. Sama seperti hasil rekaman sebelumnya, Bai Yuehua membawakan lagu baru Bai Yi berjudul “Menghadap Laut, Musim Semi Datang dan Bunga Mekar”, yang begitu menggetarkan hati. Kata-kata sederhana dan tulus itu mengalir seperti puisi, menyampaikan kehangatan dan kelembutan ketika memandang laut.
Terlebih lagi, setelah diaransemen ulang oleh Bai Yuehua, “Menghadap Laut, Musim Semi Datang dan Bunga Mekar” semakin memikat. Melodi yang simpel menimbulkan getaran terdalam dalam keseharian, alunan musik yang lancar dan suara yang nyaman membuat lagu itu begitu meresap, lembut dan menyentuh.
Namun, penampilan semacam itu ternyata hanya menempati peringkat kelima.
Padahal, lagu itu dibawakan sepenuh hati oleh mantan ratu lagu cinta, Bai Yuehua.
Walaupun “SINGER” belakangan ini belum menghadirkan sesuatu yang benar-benar fenomenal dan mulai terasa lesu, tak bisa disangkal acara ini masih menjadi program musik unggulan dengan rating tertinggi di jam tayangnya.
Setelah episode terbaru “SINGER” tayang, rating acara ini pun naik. Hal ini tentu tidak lepas dari kembalinya Bai Yuehua ke panggung setelah bertahun-tahun absen. Meski kini Bai Yuehua tidak sepopuler masa jayanya, di hati banyak orang ia tetaplah ratu lagu cinta.
Meskipun hanya menempati peringkat kelima, saat Bai Yuehua tampil membawakan “Menghadap Laut, Musim Semi Datang dan Bunga Mekar”, banyak yang terharu.
Lebih penting lagi, mereka yang akrab dengan dunia maya dan paham puisi pasti tahu apa yang terjadi belakangan ini, terutama soal puisi “Menghadap Laut, Musim Semi Datang dan Bunga Mekar” yang mendadak terkenal dan menghangatkan musim gugur yang kelabu.
Puisi itu ditulis oleh penyair muda jenius berusia tiga belas tahun.
Dan yang lebih mengejutkan, penyair muda itu, Bai Yi, adalah putra dari Bai Yuehua sang diva!
Apa maknanya ini?
Artinya, kembalinya Bai Yuehua ke panggung diiringi dengan menyanyikan lagu yang diadaptasi dari puisi karya putranya yang baru berusia tiga belas tahun. Bahkan, penonton yang jeli juga melihat bahwa nama Bai Yi tercantum sebagai pencipta lirik dan melodi.
Temuan ini cepat menyebar dan menimbulkan kehebohan di dunia maya.
Novel terbaru karya Bai Yi, “Pengabdian Tersangka X”, sedang laris manis dan mendapat banyak perhatian serta pujian dari pembaca, warganet, bahkan media. Kini, sang ibu, Bai Yuehua, kembali tampil membawakan lagu hasil adaptasi puisi putranya. Tak heran seluruh dunia maya heboh membahas hal ini.
Pusat pembicaraan tentu saja adalah Bai Yuehua dan putranya.
Khususnya mereka yang pernah tersentuh oleh kehangatan dan keceriaan “Menghadap Laut, Musim Semi Datang dan Bunga Mekar”, setelah mendengar versi yang dinyanyikan Bai Yuehua, ramai-ramai memuji keindahan lagu serta aransemen yang begitu memukau.
“Tak menyangka ‘Menghadap Laut, Musim Semi Datang dan Bunga Mekar’ ada lagunya, sungguh luar biasa. Lebih hebat lagi, lagu ini dinyanyikan oleh sang diva, ibu dari Bai Yi. Benar-benar keren.”
“Aku menamai setiap gunung dan sungai dengan nama penuh kehangatan... Setelah mendengar lagu ini dari Bai Yuehua, aku ketagihan. Terus-menerus memutarnya, rasanya sangat hangat dan indah.”
“Kalian sadar tidak, lagu ini juga digubah oleh Bai Yi sendiri. Ternyata dia bukan hanya piawai menulis puisi, tapi juga bisa mencipta lagu. Luar biasa.”
“Penonton ‘SINGER’ itu ngerti nggak sih menikmati musik? Lagu sebagus ini kok bisa dapat peringkat rendah, nggak habis pikir sama selera musik penonton di studio.”
“Setuju banget, curiga mereka cuma suka lagu-lagu hits KTV dan aksi-aksi keren saja.”
“‘Menghadap Laut, Musim Semi Datang dan Bunga Mekar’ layak jadi juara malam itu. Lagu balada baru yang begitu indah, didengar berulang kali pun tidak membosankan.”
“Setelah mendengar Bai Yuehua menyanyikan lagu ini, aku juga ingin menjadi orang yang bahagia.”
“Benar-benar di luar dugaan, lagu pertama Bai Yuehua setelah comeback adalah lagu ciptaan putranya sendiri, hasil pengolahan dari sebuah puisi. Sungguh luar biasa.”
“Bai Yi memang pantas disebut anak ajaib, bisa menulis puisi, novel, bahkan menciptakan lagu.”
“Puisinya sudah sangat bagus, dan Bai Yuehua menyanyikannya dengan sangat indah. Tak menyangka puisi ini bisa menjadi lagu. Aku sangat senang.”
Warganet pun berbondong-bondong membanjiri halaman media sosial Bai Yuehua, menyampaikan rasa suka mereka pada lagu itu, sekaligus memberi dukungan dan membela Bai Yuehua.
Bisa dibilang, sejak Bai Yi menerbitkan puisi ini, ia sudah menuai banyak pujian. Kini, ia menggubah puisi itu menjadi lagu untuk dinyanyikan ibunya di “SINGER”, jelas menjadi berita besar.
Inilah titik balik sesungguhnya di musim ketiga “SINGER” yang sudah lama ditunggu-tunggu.
Sering kali, warganet justru bersimpati pada lagu-lagu yang mendapat peringkat rendah, apalagi jika lagu itu memang luar biasa.
Sebuah puisi yang sedang naik daun diadaptasi menjadi lagu, digubah sendiri oleh penyairnya, lalu dinyanyikan ibunya di panggung “SINGER”—siapa yang bisa menyangka?
Tapi inilah kenyataannya: penyairnya adalah Bai Yi, divanya Bai Yuehua.
Dan Bai Yi adalah putra dari Bai Yuehua!
Inilah sensasi sesungguhnya!
Setelah episode keempat “SINGER” tayang, Bai Yuehua benar-benar menarik perhatian khalayak. Meski penampilannya di panggung tidak menonjol, namun di dunia maya ia kembali menjadi pusat perhatian, dipuji dan dikagumi, sehingga sang diva yang dulu pernah bersinar kini kembali menjadi sorotan.
Di saat yang sama, putra Bai Yuehua yang baru berusia tiga belas tahun juga menjadi pusat perhatian semua orang.
Padahal, tanpa acara “SINGER” pun, “Pengabdian Tersangka X” sudah booming, dan perbincangan soal Bai Yi si anak ajaib tak pernah surut.
Bai Yuehua sendiri tak menyangka, meski penampilannya di panggung biasa saja, justru di internet namanya kembali melejit. Semua orang membicarakan bukan lagu peringkat satu, melainkan lagu yang ia nyanyikan, “Menghadap Laut, Musim Semi Datang dan Bunga Mekar”.
Inilah yang membuat Bai Yuehua, Fang Nan, bahkan tim produksi “SINGER” terkejut.
Karena penayangan “SINGER”, Bai Yuehua kini kembali populer dan menjadi pusat perbincangan. Namun, alih-alih merasa lega, tekanan justru bertambah besar.
Di babak berikutnya, lagu apa yang harus ia nyanyikan agar tidak tereliminasi dan bisa bangkit kembali?
Warganet pun penasaran, lagu apa yang akan Bai Yuehua bawakan selanjutnya?
Yang jelas, kini “SINGER” benar-benar memiliki sensasi besar pertamanya.
Setelah bertahun-tahun meninggalkan dunia musik, Bai Yuehua kembali dengan penuh percaya diri, dan melalui kelembutan “Menghadap Laut, Musim Semi Datang dan Bunga Mekar”, ia mengumumkan pada semua orang bahwa dirinya telah kembali.