Bab 99: Pertarungan di Arena [3]
Bab 99: Pertarungan di Atas Panggung [3]
"Beiyue, kau akan masuk ke Akademi Agung. Di sana semuanya adalah keturunan keluarga kekaisaran. Kau harus berhati-hati, jangan sampai menyinggung siapa pun," ujar ayahnya.
Raut wajah Beiyue tetap tenang. Setelah dibantu Dongling naik ke kereta kuda, ia baru mengangkat tirai dan berkata, "Ini adalah kediaman Putri Agung. Sebagai putri bangsawan, tentu aku tahu bagaimana menjaga kehormatan keluarga. Ayah terlalu khawatir."
Usai berkata demikian, ia menurunkan tirai dan memerintah lembut, "Jalan."
Wajah Xiao Yuancheng tampak muram. Beberapa kata dari Beiyue seakan mengingatkannya lagi bahwa dirinya hanyalah suami yang menikah masuk ke kediaman Putri Agung. Meskipun Putri Agung telah tiada, ia tetap tak punya hak bicara di rumah ini!
Hari ini, semua penghuni kediaman berkumpul. Beberapa perkataan Beiyue membuat semua orang terkejut.
Apakah putri ketiga ini sedang kerasukan? Kenapa tiba-tiba sering berkata hal-hal mengejutkan?
Melihat beberapa kereta kuda pergi satu per satu dari kediaman Putri Agung, Xiao Yuancheng juga berangkat ke istana. Para selir pun membubarkan diri, baru para pelayan diam-diam berkumpul untuk membicarakan kejadian tadi.
"Kudengar pada jamuan di istana tempo hari, Yang Mulia memarahi Tuan Besar habis-habisan. Katanya Tuan terlalu keras pada putri ketiga, membuat Kaisar murka. Hampir saja Tuan dipenggal!"
"Benar, keesokan harinya langsung ada hadiah dari istana. Rupanya Kaisar tidak melupakan putri ketiga kita."
"Lalu bagaimana ini? Kalau putri ketiga punya dukungan Kaisar, apa dia akan membalas dendam pada kita? Siapa di sini yang belum pernah menindas putri ketiga?"
"Aku sih tidak pernah memukulnya. Paling hanya mengucapkan beberapa kata saja!"
"Hanya berkata-kata pun sudah cukup membuatmu kena batunya! Lihat saja Lier, yang malam itu hanya berkata beberapa kata pada putri ketiga. Dia dipukul habis-habisan oleh Tuan, sekarang dikurung di gudang kayu, sudah beberapa hari tak makan dan minum, sepertinya sudah tak tahan lagi."
"Kalau begitu, yang pernah memukul pasti nasibnya lebih parah!"
"Kalau mau susah, ya susah bersama. Tapi menurutku, putri ketiga bukan tipe pendendam. Kalau memang dia pendendam, waktu di istana pasti sudah mengadu segala penderitaannya!"
"Aku juga rasa begitu. Sifat putri ketiga sama seperti ibunya, Putri Agung. Lembut, baik hati, penuh belas kasih."
"Benar sekali, buah jatuh tak jauh dari pohonnya!"
...
Sekelompok orang itu berceloteh ramai. Peixiang yang lewat mendengarnya sambil bersembunyi di balik pintu, tersenyum sinis.
Lembut, baik hati, penuh belas kasih? Tidak juga.
Namun, mulai sekarang, putri ketiga jelas bukan orang biasa lagi!
Setiap tahun, setelah musim semi berlalu, Akademi Lingyang mulai mengadakan ujian masuk.
Siswa baru yang lolos ujian bisa dibagi ke dalam akademi, sementara siswa lama diuji untuk menentukan tingkatannya.
Saat ini, Akademi Lingyang memiliki empat jurusan utama: Ilmu Bela Diri, Ilmu Pemanggilan, Ilmu Alkimia, dan Ilmu Ilusi, yang menarik bakat dari seluruh negeri.
Ketika Beiyue tiba di gerbang Akademi Lingyang, sudah banyak kereta kuda berhenti di luar. Semuanya mengantar para tuan dan nona dari berbagai keluarga pejabat di ibu kota ke sekolah.
Gerbang Akademi Lingyang megah dan agung, dengan ratusan anak tangga menuju ke atas. Gapura hitam di depan gerbang memancarkan aura menakutkan, dengan energi murni mengalir di atasnya.
Itu adalah salah satu pelindung Akademi Lingyang. Jika ada musuh menyerang, energi pada gapura akan membentuk perisai raksasa. Jika kekuatanmu tidak mencapai tingkat delapan bintang, mustahil untuk menembusnya.
Warna hitam yang tebal dan murni itu menambah kesan khidmat dan agung, membuat siapa pun yang melihatnya merasa hormat.
Beiyue turun dari kereta dan baru melangkah menaiki tangga saat terdengar teriakan lantang dari belakang, "Kereta Kuda Kediaman Adipati Anguo tiba, cepat menyingkir!"
Teriakan itu disertai energi dalam, sehingga terdengar sangat nyaring. Keramaian di depan gerbang pun mendadak hening, semua mata tertuju pada kereta kuda yang melaju kencang itu.