Pada bulan Maret yang cerah, musim semi menghangatkan bumi, bunga-bunga bermekaran, pohon persik memamerkan warna merah mudanya, dan dedaunan willow menghijau, sementara aliran air mengalun lembut menambah suasana penuh semangat musim semi. Secara tak terduga, Zhong Hao terlempar ke masa Dinasti Song pada tahun pertama pemerintahan Huang You. Sejak saat itu, sebuah kisah legendaris pun dimulai... Catatan penulis: Kisah ini berfokus pada kehidupan santai dan menyenangkan, bukan pada perebutan kekuasaan atau kepahlawanan agung. Grup diskusi pembaca: 17618222, silakan bergabung untuk berbincang dan saling berbagi pendapat. Label khusus dari penulis: perjalanan lintas waktu, yatim piatu, suasana ringan, cari uang dengan mudah.
Pada bulan Maret yang cerah, Gunung Dingin berselimut hijau, burung berkicau, bunga bermekaran, dan kehidupan terasa begitu melimpah. Namun saat itu, Zhon Hao justru duduk lesu di atas batu besar, menatap kedua tangannya yang halus dan putih dengan tatapan kosong.
Zhon Hao sangat menyesal: mengapa ia harus begitu penasaran dan menyentuh batu nisan itu.
Sayangnya, tidak ada obat penyesalan di dunia ini. Seberapa pun seseorang menyesal hingga hati dan jiwa terasa hancur, waktu tidak akan mundur sejenak, memberinya kesempatan memilih jalan lain.
Tiba-tiba terdengar suara kepakan, seekor ayam hutan berekor panjang terbang dari semak-semak. Ayam hutan itu menoleh, melihat Zhon Hao yang duduk diam di atas batu, lalu kembali merapikan bulu ekornya yang indah.
"Ah..." Zhon Hao menghela napas panjang, berdiri dari batu berbentuk emas yang didudukinya. Ayam hutan itu terkejut, segera kembali bersembunyi di semak-semak.
Berdiri di bawah batu besar, Zhon Hao kembali memandang pepohonan tinggi di sekitarnya. Banyak di antaranya begitu besar hingga hanya bisa dipeluk oleh beberapa orang dewasa. Jelas, di era Zhon Hao sendiri, Gunung Dingin tidak memiliki pohon sebesar itu.
Ia menunduk, melihat lengan dan kakinya yang ramping di balik pakaian, meraba rambut panjang di bagian belakang kepala, dan sadar: ia mungkin tidak akan menemukan rekan-rekannya lagi.
Meski kejadian ini sangat aneh, kenyataan ada di depan mata, membuat Zhon Hao harus menerima. Ia memperhatikan sekitar; walaupun pohon-pohon telah tumbuh begitu besar, bentuk medan ta