Adipati Pertama
Xi Xing
kata
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya
Katalog
Detail Buku
Pengaturan
Kembali ke Atas
Katalog Adipati Pertama
concluído·Total 100 bab
Penanda Buku
Urutan Terbalik
Prolog Makhluk Gaib
Bab pertama: Sang Nona yang Kembali
Bab Dua: Kebangkitan dari Kematian
Bab Ketiga: Dugaan Keluarga
Bab Empat: Pandangan Sang Kakak Beradik
Bab Lima: Kedatangan Utusan dari Wilayah Selatan Pedang
Bab Enam: Pertemuan Kakak Beradik
Bab Tujuh: Mayat Hidup
Bab delapan: Takdir yang Tak Bisa Diubah
Bab Sembilan: Kehangatan Antara Kakek dan Cucu
Bab Sepuluh: Pengaturan Mengenai Pergi atau Tinggal
Bab Sebelas: Arahan untuk Yuan Ji
Bab Dua Belas: Saatnya Mewarisi
Bab Tiga Belas: Kisah Lama Kini Terulang
Bab Empat Belas: Sebuah Kepedulian yang Tak Terungkap dengan Kata-Kata
Satu ucapan selamat pagi tak cukup untuk menyampaikan segalanya.
Bab Lima Belas: Sedikit Lebih Banyak Pencerahan Hati
Bab Enam Belas: Cara Menjadi Disukai
Bab Tujuh Belas: Mencari Seseorang
Bab Delapan Belas: Roh Penolong
Bab Sembilan Belas: Gadis Kecil Bertengkar
Bab Dua Puluh: Meminjam Itu Tidak Sulit
Bab Dua Puluh Satu: Pemahaman Masing-Masing
Bab Dua Puluh Dua: Menyelamatkan dengan Sekilas Tangan
Bab Dua Puluh Tiga: Orang Setengah Gila di Balik Pintu yang Rusak
Bab Dua Puluh Empat: Dugaan Tentang Siapa Dia Sebenarnya
Bab Dua Puluh Lima: Mengganti Orang
Bab Dua Puluh Enam: Penjelasan Perasaan
Bab Dua Puluh Tujuh: Penantian yang Lama
Bab Dua Puluh Delapan: Makna Aturan
Bab Dua Puluh Sembilan: Mengutamakan Kepentingan Bersama
Bab tiga puluh: Orang yang paling dapat dipercaya
Bab Tiga Puluh Satu: Selalu Menjawab Permintaan
Bab Tiga Puluh Dua: Menyelesaikan Masalah Besar dengan Cara yang Bijak
Bab Tiga Puluh Tiga: Konfirmasi Sang Tabib
Bab 34: Mohon Lihat Ketulusan Hati
Bab tiga puluh lima: Menyembuhkan Luka dan Meyakinkan
Bab tiga puluh enam: Kepergian yang Terencana
Bab Tiga Puluh Tujuh: Datang Demi Nona Menara Ming
Bab tiga puluh delapan: Sebuah Kata Cinta
Bab tiga puluh sembilan: Menyambut dan Mengantar
Bab Empat Puluh: Panen Sang Pemburu
Bab Empat Puluh Satu: Busur Patah oleh Satu Anak Panah
Bab Empat Puluh Dua: Kesempatan untuk Bertemu
Bab Empat Puluh Tiga: Pertemuan Pertama Orang Lama
Bab Empat Puluh Empat: Kata-kata dari Hati
Jika diterbitkan
Bab Empat Puluh Lima: Pikiran yang Berbeda-beda
Bab Empat Puluh Enam: Bisa Berubah, Bisa Tidak
Bab Empat Puluh Tujuh: Gadis yang Mengganggu Orang
Bab Empat Puluh Delapan: Berpisah dan Pergi
Bab Empat Puluh Sembilan: Gemerlap Ibukota Termegah
Bab Lima Puluh: Burung Gagak Kecil dari Barat Laut
Bab Lima Puluh Satu: Demi Balas Dendam
Bab Lima Puluh Dua: Menyaksikan Kebingungan dan Kekeliruan
Bab Lima Puluh Tiga: Kasih Sayang Sang Raja dan Ayah
Bab Lima Puluh Empat: Melihat Keabsurdan Tanpa Berkata Apa-apa
Bab Lima Puluh Lima: Petunjuk Mengenai Peristiwa Ini
Bab Lima Puluh Enam: Kabar yang Sampai ke Daerah Jiannan
Bab Lima Puluh Tujuh: Kesibukan Tuan Tua Li San
Bab Lima Puluh Delapan: Dalam Perjalanan Meninggalkan Rumah
Bab Lima Puluh Sembilan: Takdir yang Telah Ditentukan
Bab Enam Puluh: Mendahului di Jalan yang Terbuka
Bab 61: Ketegaran Tuan Li Si
Bab Enam Puluh Dua: Para Dewa Menginap di Malam Hari
×
Pengaturan Membaca
Tema Membaca
白天
夜间
粉红
淡绿
淡黄
Jenis Huruf Teks
宋体
微软雅黑
黑体
楷体
Ukuran Huruf
A-
16
A+
Lebar Halaman
Sempit
Sedang
Lebar
翻页模式
点击
滚动
×