Ucapan Terima Kasih Tiga Sungai
Sebenarnya, aku juga bisa dibilang sudah cukup lama menjadi penulis di Qidian, meskipun hal itu bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan. Ya, meminjam kata-kata banyak orang, sudah bertahun-tahun berkecimpung di sini, hasilnya pun hanya begini saja. Untuk itu, aku selalu tak punya jawaban!
Banyak orang berkata bahwa tulisanku kacau, seringkali muncul banyak kesalahan kecil. Aku akui hal itu, dan sudah pernah kujelaskan di novel sebelumnya. Aku memang suka memikirkan alur cerita, dan sering melakukan perubahan besar pada jalan ceritanya. Kalau kalian pernah mengikuti akun publikku dulu, pasti tahu satu novel saja bisa kutulis pembukaannya sampai belasan atau bahkan dua puluh versi, selalu saja diubah-ubah.
Sebenarnya, alurnya pun sering dirombak. Namun setelah diubah, selalu saja ada sisa-sisa bug yang tertinggal, misalnya ada bagian cerita yang seharusnya belum terjadi atau barang yang belum didapat, tiba-tiba sudah disebutkan di bagian sebelumnya. Namun sebenarnya semua itu adalah sisa-sisa perubahan yang tidak benar-benar bersih.
Sama seperti buku-buku Jin Yong yang bahkan puluhan tahun setelah serialisasinya, masih terus direvisi untuk memperbaiki celah-celah dalam ceritanya. Karena alur ceritanya pun sering mengalami banyak perubahan...
Tentu saja semua ini hanyalah alasan semata. Sebenarnya aku juga selalu ingin memperbaiki kebiasaan buruk ini. Kekurangan penulis tidak seharusnya dibebankan kepada pembaca, maka aku juga selalu mengingatkan diri sendiri untuk sebisa mungkin tidak mengubah alur cerita.
Novel ini pun sudah banyak diubah di bagian awalnya, hanya saja aku berharap ke depannya tidak terlalu banyak perubahan lagi. Sebenarnya, ini pun bukan gaya penulisan novel daring pada umumnya. Novel daring didorong oleh perkembangan kekuatan karakter, bukan oleh alur cerita.
Orang yang berbakat akan menyadari hal ini sejak menulis novel pertamanya.
Sedangkan aku, butuh bertahun-tahun untuk menyadarinya. Namun meski sudah sadar pun, seringkali aku tetap tidak bisa menahan diri, dan dalam menulis suka melupakan masalah ini. Jadi, aku rasa aku bukan termasuk orang yang berbakat! Namun, jika masih bisa mencari nafkah dari menulis novel daring, rasanya aku juga tidak terlalu buruk.
Inilah yang disebut biasa-biasa saja! Kebiasaan yang biasa-biasa saja adalah siksaan terbesar bagi seseorang, terutama bagi mereka yang punya ambisi besar. Untungnya, aku sendiri tidak termasuk orang yang terlalu ambisius. Kepribadianku santai dan sederhana, tidak terlalu menyukai hal-hal yang terlalu realistis. Namun terkadang aku justru suka mencari logika yang masuk akal dalam hal-hal yang tidak realistis.
Terima kasih kepada DianQidian dan editorku, Naga Mengalir, yang selalu memberiku kesempatan dan tidak pernah menyerah padaku, sehingga aku bisa kembali ke atas Tiga Sungai ini. Juga terima kasih kepada para pembaca yang telah mendukungku.
Novel ini akan kucoba tulis sebaik dan semenarik mungkin, sebagai balasan atas dukungan kalian semua! Sekarang, aku tidak akan berjanji apa pun dengan mulut manis...
Karena hukum “benar-benar menarik” selalu saja berlaku.
Masih ingat terakhir kali membaca ucapan seorang penulis senior, yang dengan penuh perasaan mengatakan bahwa pada awalnya ia menulis berdasarkan bakat, lalu akhirnya menulis dengan mengikuti pola novel daring... menganggap dirinya sudah memahami esensi, dan novel barunya pasti berbeda... namun pada akhirnya tetap saja “benar-benar menarik”!
Yah, ini hanya sekadar curhat. Aku juga sangat menghormati penulis hebat itu. Sebenarnya saat membaca ucapannya, aku merasa seolah-olah dia sedang berbicara tentang diriku sendiri!
Tak perlu banyak bicara lagi, novel ini, baik dengan akumulasi seribu koin Qidian, maupun dengan donasi satu kali sebesar seribu koin Qidian, akan kutambah satu bab ekstra.
Berikutnya, terima kasih kepada para pembaca yang telah memberikan donasi:
Seribu koin Qidian:
Kode Tiga Bajingan, zys1
Lima ratus koin Qidian:
Ikan Kekurangan Oksigen JJ, Hui ryan, Hui ryan, Jalan Berubah, Kau Tahu Aku Bukan Siapa-siapa, Keluarga Hukum Han Feizi, Semua Terus Lanjutkan
Seratus koin Qidian:
Orang Baik di Neraka, Tuan Ma Si Cendekia, Zhenren Pemeluk Giok, Zhenren Pemeluk Giok, Daun Maple Melayang Seperti Tahun Jop, Keluarga Zhao, Cahaya Burung Iris. Keluarga Zhao, Awan Salju yang Terbang, Terbiasa Berkhayal, maikecheng, Pembaca20190314082157052, Satu Bintang Cerah di Langit, Pembaca160814205243308, Pembaca20170414173435564, Papan Putih Tak Berguna, Tiga Bagian Musim Semi, Dua Bagian Debu, Satu Bagian Aliran Air, Pembaca20190519122417398, Cheng C Jeruk C, Papan Putih Tak Berguna, Satu Bintang Cerah di Langit, Waktu Mengalir Seperti Air, Terbiasa Berkhayal, Sungai Delapan Depa, Pencinta Berat Chu Yuyan, Hujan Malam Perjalanan Malam, Aku Segelas Teh Oolong, Kembali ke Hati, Zhenren Gunung Harta, Melihat Buku Saat Bosan, Dewa Gunung Zhong 1, Angin Fajar di Dunia Persilatan, Awan Datang Hujan Bangau, Ada Burung Phoenix di Utara.